PENCERAHAN – Poskota.co

Tag: PENCERAHAN

SENI: YANG PENTING HAPPY

SENI: YANG PENTING HAPPY

Pencerahan
  POSKOTA.CO - Seni sering dimaknai rumit dengan banyak konsep dan batasan-batasannya. Saking rumit memikirnya malah lupa atau bahkan takut untuk berkarya. Seni pun dikastakan, kelas jalanan, kelas gedongan bahkan kelas kolektor. Para pengamat seringkali malah membuat pening dan pusing yang tidak memberi solusi, malah hanya nyelathu dan tak jarang membuat seniman-seniman minder. Kaum seni yang borjuis kadang merasa pemegang kunci pasar, dan yang dibilang seni adalah yang laku dijual dengan harga tinggi. Ketika melihat kondisi seperti ini, kok jadi teringat kata-kata Jack Ma yang kira-kira intinya demikian; "Ketika kamu masih miskin dan belum terkenal (dianggap sukses), kata-kata mutiaramu bagai kentut. Ketika kamu kaya dan terkenal (dianggap sukses), kentutmu membua...
KUASA DALAM LABELING KEBENCIAN: HANYA SATU KATA, TAKUT

KUASA DALAM LABELING KEBENCIAN: HANYA SATU KATA, TAKUT

Pencerahan
  POSKOTA.CO - Meminjam istilah Widji Thukul hanya satu kata, lawan. Kali ini hanya satu kata, takut. Takut karo wong edan. Salah satu amanat UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun sekarang jarang lagi terdengar apa lagi dilakukan. Semua sibuk bekerja seakan membuat fondasi surga. Namun lupa kecerdasan bagi bangsanya justru selalu digerusnya. Dari yang bersifat pribadi sampai publik dipertontonkan aneka ketololan dan berbagai penyesatan oleh para aparaturnya. Tindakan-tindakan diskresi aktif maupun pasif hari-hari dipertontonkan bahkan menjadi suatu kebanggaan. Ada yang membenarkan, ada yang menginginkan, bahkan ada yang berjuang melanggengkan. Palak memalak, suap, ilegal menjadi santapan yang terus ada, tiada pernah mampu berhenti. Belum lagi yang pun...
SENI: ANTARA TELUR RAJAWALI DAN INDUK AYAM

SENI: ANTARA TELUR RAJAWALI DAN INDUK AYAM

Pencerahan
  POSKOTA.CO - Seniman tak semua mampu keluar dari nerakanya. Ia akan terus saja berkutat dalam karya dan pencariannya. Tak juga semua kebagian berkat menjadi sejahtera terkenal semasa hidupnya. Adakalanya seumur hidup karya-karyanya tanpa apresiasi. Untuk hidup bagi dirinya dan menghidupi keluarganya tak jarang harus beralih profesi. Hidup berkesenian dalam masyarakat yang masih berat dalam masalah perut dan nalar memang tidak memberikan jaminan. Para aparatur penyelenggara negaranya pun sibuk dengan urusan berbagai rapat dan hal-hal seremonial. Tak jarang malah untuk urusan penanganan atas hujatan-hujatan dan serangan-serangan kaum-kaum sumbu pendek, lemah pikir dan bisa dibayar atau dibeli dengan recehan-recehan. Kaum-kaum ini tak jarang malah juga ngrusuhi hidupnya ...
BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.