PENCERAHAN – Poskota.co

Tag: PENCERAHAN

KARYA SENI REFLEKSI KECERDASAN SANG SENIMAN MENOREHKAN KEABADIAN

KARYA SENI REFLEKSI KECERDASAN SANG SENIMAN MENOREHKAN KEABADIAN

Pencerahan
      SENI merupakan refleksi kecerdasan sang seniman dalam berkarya, karena seniman yang membuat suatu keabadian. Menjadi seniman bukanlah sebatas melakukan mimesis mencontoh alam atau lingkungan atau hewan, melainkan mencatat suatu peristiwa dan menyampaikan pesan bagi hidup dan kehidupan. Seni bisa saja menjadi catatan sejarah yang diungkapkan melalui karya-karya yang bisa dilihat, didengar dan dirasakan getaran jiwanya. Kekuatan ini akan dapat dirasakan sebagai jembatan hati antara manusia dengan lingkungan untuk menorehkan bahwa suatu peradaban ada. Berkarya bukanlah sebatas melakukan kewajiban atau keterpaksaan melainkan ungkapan jiwa. Beberapa tokoh seniman yang mampu menorehkan catatan keabadian dalam seni rupa. Seniman yang karyanya mendunia d...
SADAR WISATA: SOLUSI INTOLERANSI, RADIKALISME, KONFLIK SOSIAL HINGGA TERORISME

SADAR WISATA: SOLUSI INTOLERANSI, RADIKALISME, KONFLIK SOSIAL HINGGA TERORISME

Pencerahan
  MASYARAKAT sadar wisata merupakan suatu bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Konteks perusakan atau penghancuran internal merupakan musuh terbesar bagi suatu bangsa. Analogi tubuh manusia akan sulit mengatasi serangan-serangan dari perusakan organ-organ tubuhnya. Apa yang dilakukan dalam intoleransi, radikalisme, konflik sosial sampai dengan terorisme berdampak kontra produktif dan merusak karakter bangsa. Efek lain adalah citra buruk dan saling membenci sesama anak bangsa. Pembodohan-pembodohan rusaknya akal sehat pun bisa terjadi. Tatkala semua merasa paling baik paling benar, ini mengakibatkan saling menghakimi. Bangga atas rusaknya keteraturan sosial. Tentu ini suatu ketidakmampuan menyelesaikan konflik secara beradab. Perusakan peradaban merupakan ...
“ANTARA TAKSI, LEBAH DAN ELANG”

“ANTARA TAKSI, LEBAH DAN ELANG”

Pencerahan
SELASA malam, pukul dua dinihari, saya harus bergegas pulang menuju ke rumah. Setelah seharian bercengkrama dengan kawan untuk sebuah pekerjaan. Seorang kawan memesankan armada taksi online. Murah, cepat dan nyaman. Untuk jarak lebih dari 35 kilometer saya hanya membayar 73 ribu. Hanya cukup menunggu di dalam rumah, selang beberapa menit mereka datang menjemput, mengantarkan saya dalam kantuk yang parah menuju bandara. Pelayanan yang cepat dan murah. Hari ini dunia bergerak dalam ritme yang cepat, waktu dam jarak semua seakan kian terlipat. Kecepatan dan pelayanan itu mantra zaman kini. Lamban menyambut bersiaplah tersungkur dalam titik nadir terdalam hingga lututmu menyentuh tanah, kepalamu berat dan bersujud menjadi pilihan terakhirmu. Saat ini dunia ini tidak statis, nam...
BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.