MABES POLRI – Poskota.co

Tag: MABES POLRI

SAFETY DRIVING CENTER: NASIBMU DULU, KINI DAN YANG AKAN DATANG

SAFETY DRIVING CENTER: NASIBMU DULU, KINI DAN YANG AKAN DATANG

Mabes Polri, MITRA
  POSKOTA.CO - Untuk apa belajar mengemudi? Masak mengemudi saja harus belajar? Kalimat di atas diungkapkan seorang pejabat publik yang terhormat berpangkat tatkala mengomentari saat diusulkan membangun safety driving center beberapa tahun yang lalu. Bisa dibayangkan betapa sulit dan berat tantangan membangun keselamatan. Apa kata sang pejabat tadi, merefleksikan ungkapan political will untuk meningkatkan kualitas keselamatan yang setengah hati. Mengemudi bukan saja keterampilan, namun juga pengetahuan, kepekaan kepedulian akan keselamatan bagi dirinya dan orang lain. Keinginan membangun saja boleh dikatakan tidak ada, apalagi membuat kebijakan. Permasalahan hukum, administrasi dan saling mencurigai, saling berebut antarpemangku kepentingan juga memperkeruh pembangun...
E-TILANG, SIAPA PENILANGNYA?

E-TILANG, SIAPA PENILANGNYA?

Mabes Polri, MITRA
  POSKOTA.CO - Tatkala program pemerintah untuk melaksanakan reformasi hukum tahap pertama, perbaikan sistem penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas (tilang) menjadi salah satu program tersebut. Dalam prosesnya tarik ulur dan sejarah perbaikan sistem tilang tanpa ujung kesepakatan. Tanpa riset mendalam, dapat dilihat akar masalah pada perebutan kewenangan, ego sektoral dan lagi-lagi sumber daya yang menjadi biang keladi birokrasi tidak rasional. Proses pengembangan e-Tilang ini berjalan cukup baik dan luar biasanya bisa tersosialisasi ke seluruh provinsi di Indonesia. Isu-isu yang menunjukkan adanya pemikiran-pemikiran konvensional dan tidak visioner, tetapi saja ada. Dari isu mengubah undang-undang dan kewenangan penegakan hukum yang tidak lagi harus melalui polisi...
BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)