IBU KOTA – Poskota.co

Tag: IBU KOTA

JONI DAN AISYAH YANG JADI VIRAL DI MEDSOS, AKHIRNYA RESMI MENIKAH

JONI DAN AISYAH YANG JADI VIRAL DI MEDSOS, AKHIRNYA RESMI MENIKAH

Ibu Kota, NASIONAL
POSKOTA.CO - Joni (47) dan Aisyah (35) kini resmi menjadi pasangan pengantin yang sah usai mengucapkan ikrar ijab qabul di hadapan penghulu setelah sekian lama membina rumah tangga tanpa ikatan tali pernikahan, Jumat (7/7). Joni Pesek (biasa ia disapa) dan Aisyah merupakan warga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang sempat menggegerkan warga, dan viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu, karena melahirkan putri ketiganya di salah satu gang sempit di wilayah Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. Berkat inisiatif Lurah Pekojan Tri Prasetyo SH, MSi, berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan Dinas Sosial DKI Jakarta, akhirnya pasangan tanpa status itu dinikahkan di Kantor Kelurahan Pekojan. Dengan raut wajah penuh sumringah, pasangan beda usia itu seketika me...
ANGGOTA FBR WAJIB MENJAGA KEUTUHAN NKRI

ANGGOTA FBR WAJIB MENJAGA KEUTUHAN NKRI

Ibu Kota
POSKOTA.CO - Semua anggota FBR (Forum Betawi Rempug) wajib menjaga keutuhan NKRI. "Jangan ada yang macem-macem," tegas Kordinator Wilayah ( Korwil) Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Utara Hj Yusriah Dzinnun, Minggu(2/7) siang. Pada acara halal bi halal yang dihadiri ratusan anggotanya, wanita berjilbab itu menekankan, siapapun yang akan mengutak-atik NKRI, anggota FBR menjadi garda terdepan," tandasnya. Ditambahkan, sebagai organisasi kedaerahan, anggota FBR juga harus senantiasa menjalin silatuhmi dan komunikasi dengan suku lain, untuk bersama memberikan kontribusi pembangunan yang lebih baik. Karena Jakarta milik Indonesia, milik semua suku yang ada. Menurut Yusriah yg juga anggota DPRD DKI Jakarta ini, kerempugan warga Betawi yang tergabung di FBR harus semakin meng...
SEPULUH RUMAH SEMI PERMANEN DI SAWAH LIO LUDES TERBAKAR

SEPULUH RUMAH SEMI PERMANEN DI SAWAH LIO LUDES TERBAKAR

Ibu Kota, NASIONAL
POSKOTA.CO - Si jago merah mengamuk dan menghanguskan sedikitnya sepuluh rumah semi permanen di kawasan padat penduduk pada Rabu (7/6) sekitar pukul 18.30 WIB. Kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik dari salah satu rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun kerugian material di taksir mencapai ratusan juta rupiah. Peristiwa kebakaran yang terjadi di Jalan Sawah Lio II Gg 7 di RT 09/08 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat ini membuat panik warga sekitar yang baru saja berbuka puasa. Kronologis peristiwa berawal, ketika itu warga baru saja berbuka usai menjalankan ibadah puasa, saksi mata bernama Firdaus (19) di lokasi kejadian mengatakan, dirinya melihat kobaran api dari lantai dua rumah milik Ibu Ani (52). "Asal...
BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Permohonan Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan akademisi ke Mahkamah Konstitusi (MK) sejalan dengan isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bahkan, dalam RUU tersebut hukuman perzinaan akan diperberat dari sembilan bulan penjara menjadi terancam lima tahun penjara. Pemerintah menanggapi permohonan akademisi terkait permintaan kriminalisasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan kumpul kebo, di mana materi itu juga masih dibahas di dalam DPR. Sebagai contoh, dalam Pasal 484 Ayat (1) Huruf e RUU KUHP berbunyi, "Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan dipidana lima tahun penjara". Pandangan pemerintah dalam hal ini disampaikan oleh Direktur Litigasi Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Yunan Hilmy dalam sidang lanjutan uji materi KUHP di ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (19/7). Yunan menyebut, pembahasan RUU ini terkesan lambat karena ada beberapa kendala. "Lamanya penyusunan RUU KUHP dipengaruhi banyaknya dinamika di antaranya masalah budaya, agama serta hal-hal lain yang dalam implementasinya harus dapat diukur secara jelas," kata Yunan. Sebab, dalam merumuskan ketentuan pidana berbeda dengan merumus ketentuan lain. Yunan mengatakan, untuk mengukur suatu norma pidana harus dapat dibuktikan secara hukum sehingga untuk dapat memutus suatu norma pidana memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, pemerintah mengatakan para pemohon dapat memberikan masukan hal ini kepada pemerintah atau DPR. "Dalam rangka turut serta mengatasi problematika pembahasan RUU KUHP, para pemohon dapat memberikan sumbangan pemikirannya terhadap materi RUU KUHP terutama masalah perzinaan, pemerkosaan dan homoseksual. Materi RUU KUHP itu masih dibahas di DPR, dan akhir Agustus mendatang akan kembali dirapatkan usai masa reses DPR. Hukum Penjara Sebelumnya, Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan para akademisi lain meminta homoseks dan pelaku kumpul kebo dihukum penjara. Mereka meminta Mahkamah Konstitusi menafsir ulang Pasal 292. Selain Euis, ikut pula menggugat para akademisi lainnya yaitu Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi, MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS, MA, Dr Sabriaty Aziz. Ada juga Fithra Faisal Hastiadi SE, MA, MSc, PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS, MHum, Sri Vira Chandra D SS, MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST, MPdI dan Dhona El Furqon SHI, MH. (*)