UJI COBA TERAKAHIR LAWAN VIETNAM, RIEDL MAKSIMALKAN PUNGGAWA TIMNAS – Poskota.co
Saturday, September 23

UJI COBA TERAKAHIR LAWAN VIETNAM, RIEDL MAKSIMALKAN PUNGGAWA TIMNAS

POSKOTA.CO – Laga menghadapi Vietnam di Stadion Nasional My Dinh Hanoi, Selasa (8/11), menjadi uji coba terakhir bagi Timnas Indonesia sebelum bertolak menuju Manila, Filipina, guna menjalani pertandingan Grup A Piala AFF 2016.

Pelatih Alfred Riedl pada pertandingan terakhir ini mengisyaratkan akan memaksimalkan pemain yang ada, karena pihaknya terbentur dengan aturan yang dibuat oleh PSSI, PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) dan klub terkait jumlah pemain yang dipanggil.

“Saya hanya diperbolehkan mengambil maksimal dua pemain untuk satu klub, meski saya berharap bisa tiga. Ini berarti kekuatan kita akan berkurang 20 persen,” kata Alfred Riedl seperti yang disampaikan Humas PSSI kepada media di Jakarta, Senin (7/11).

Alfred Riedl
Alfred Riedl

Untuk menghadapi tuan rumah Vietnam, Alfred Riedl membawa 26 pemain. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan saat uji coba dengan Myanmar, Jumat (4/11), karena pemain naturalisasi Stefano Lilipaly sudah bergabung dengan Boaz Solossa dan kawan-kawan.

Pemain keturunan Belanda-Indonesia tersebut kemungkinan besar akan diturunkan pada uji coba ini. Tidak hanya itu, pemain keturunan lainnya, Irfan Bachdim, kemungkinan juga akan diturunkan. Begitu juga Andik Vermansah yang pada pertandingan sebelumnya tidak dimainkan.

Kemungkinan turunnya Stefano Lilipaly dan Irfan Bachdim saat menghadapi Vietnam dibenarkan oleh asisten pelatih timnas, Wolfgang Pikal. Menurutnya, dua pemain keturunan ini akan diberikan kesempatan untuk bermain meski tidak turun penuh 90 menit.

Selain pemain tersebut, ada beberapa pemain yang belum diturunkan di antaranya Gunawan Dwi Cahyo, Hansamu Yama Pratama hingga Domingus Fakdawer serta dua penjaga gawang Kurnia Meiga dan Dian Agus Prasetyo.

Terkait dengan kekuatan calon lawan uji coba, Riedl menegaskan, Vietnam adalah tim yang kuat. Pihaknya menilai, Vietnam merupakan salah satu kandidat juara turnamen dua tahunan ini. Hal tersebut didasarkan dengan kekuatan yang ada saat ini.

“Vietnam adalah tim yang bagus. Saya lihat mereka mempunyai kecepatan, tubuh yang kuat serta teknik bagus. Saya percaya Vietnam adalah salah satu favorit juara Piala AFF 2016,” kata Alfred Riedl menambahkan.

Pertemuan timnas Garuda dengan Vietnam sebenarnya bukan yang pertama dalam sebulan terkhir. Pada pertemuan pertama setelah Indonesia terbebas dari sanksi FIFA ini, timnas ditahan imbang Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta dengan skor 2-2.

Setelah menghadapi Vietnam, timnas akan bertolak ke Tanah Air guna melanjutkan pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Karawaci, Tangerang, Jumat (11/11), dan Boaz Solossa dan kawan-kawan akan bertolak ke Manila pada Kamis (17/11). (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)