SIKUT BEK WEST HAM, AGUERO TERANCAM DIHUKUM TIGA PERTANDINGAN – Poskota.co
Saturday, September 23

SIKUT BEK WEST HAM, AGUERO TERANCAM DIHUKUM TIGA PERTANDINGAN

POSKOTA.CO – Manchester City terancam tak bisa mengandalkan salah satu pemain terbaiknya, Sergio Aguero, saat menghadapi rival sekota, Manchester United (MU). Striker Timnas Argentina itu terancam absen dalam laga penting tersebut menyusul dugaan pelanggaraan yang dilakukannya saat laga The Citizens kontra West Ham United.

Aguero terancam hukuman dilarang tiga kali bertanding dengan dakwaan dugaan berlaku kasar oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), karena menyikut Winston Reid saat Manchester City menang 3-1 melawan West Ham, Sabtu (28/8), sebagaimana dilansir Guardian, Rabu (31/8).

Striker Manchester City, Sergio Aguero (tengah) tampak menyikut bek West Ham United (kanan), Winston Reid, saat kedua tim bentrok di Stadion Etihad, Minggu (28/8). Aguero terancam dihukum tiga pertandingan oleh FA, karena aksinya tersebut yang tidak terlihat wasit, namun terpantau rekaman video pertandingan.
Striker Manchester City, Sergio Aguero (tengah) tampak menyikut bek West Ham United (kanan), Winston Reid, saat kedua tim bentrok di Stadion Etihad, Minggu (28/8). Aguero terancam dihukum tiga pertandingan oleh FA, karena aksinya tersebut tak terlihat wasit, namun terpantau rekaman video pertandingan.

Aksi Kun Aguero itu, tak diketahui wasit Andre Marriner. Akan tetapi, video pertandingan merekam insiden tersebut yang terjadi pada menit 76. “Tindakan akan diambil FA dalam keputusan panel,” demikian laporan tersebut.

Meski demikian, FA masih memberikan waktu bagi City dan juga Aguero untuk mengajukan pembelaan atas dakwaan tersebut selama 24 jam sebelum Komisi Disiplin FA menjatuhkan keputusan.

Jika Komisi Disiplin FA memutuskan Aguero bersalah, ia akan dikenakan sanksi larangan tak bisa membela City selama tiga pertandingan berturut-turut. Ini akan membuat Aguero absen pada pekan keempat Liga Primer Inggris dalam derby Manchester, antara Man City kontra United pada Sabtu, 10 September, seperti dilaporkan Guardian.

Larangan tersebut, tentu bakal mempengaruhi komposisi skuat City dalam pertandingan penting penuh prestise ini.

Aguero juga akan absen pada laga melawan Bournemouth pada 17 September dan pada partai Piala Liga kontraSwansea City tiga hari kemudian.

Namun dia bisa bertanding menghadapi Borussia Monchengladbach pada Liga Champions yang akan disusul pertandingan menghadapi United. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Sebanyak delapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggugat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara terkait aturan mengundurkan diri saat mencalonkan diri sebagai pejabat publik di Mahkamah konstitusi. Kedelapan PNS tersebut: o. Dr Rahman Hadi MSi, o. Dr Genius Umar S Sos MSi, o. Empi Muslion AP SSos MT MSc, o. Rahmat Hollyson Maiza MAP, o. Dr Muhadam Labolo, o. Dr Muhammad Mulyadi AP MSi, o. Sanherif S. o. Hutagaol S.Sos MSi, o. Dr Sri Sundari SH MM, Menurutnya Pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) UU Aparatur Sipil Negara merupakan bentuk perlakuan diskriminatif sekaligus mengamputasi hak konstitusional PNS selaku warga negara. "Memang kami akui bahwa tujuan undang-undang tersebut sangat mulia menjadikan PNS sebagai sosok berintegritas, profesional, bebas KKN, namun yang kami sayangkan adalah adanya ketentuan norma yang diskriminatif menjegal eksistensi PNS untuk berbuat lebih jauh lagi untuk bangsa dan negara ini," salah satu pemohon, Rahman Hadi, saat membacakan permohonannya dalam sidang di MK Jakarta, Senin. Menurut Rahman, UU Aparatur Sipil Negara bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28 D ayat (3) UUD 1945. Pasal 27 menyebutkan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Sementara pasal 28D ayat (3) berbunyi setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Rahman juga menyoroti ketidakkonsistenan penerapan pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) terhadap Pasal 121 yang menyatakan pegawai Aparatur Sipil Negara dapat menjadi pejabat negara. Sedangkan Pasal 122 menyatakan pejabat negara sebagaimana dimaksud Pasal 121 jika dikaitkan dengan Pasal 123 ayat (1) berbunyi jika pegawai Aparatur Sipil Negara yang diangkat menjadi pejabat negara pada pimpinan dan anggota MK, BPK, KY, KPK, menteri dan dubes, maka pegawai ASN diberhentikan sementara dari jabatannya dan tidak kehilangan status sebagai PNS.