SELANGKAH LAGI BARCELONA JUARA PIALA SUPER SPANYOL – Poskota.co

SELANGKAH LAGI BARCELONA JUARA PIALA SUPER SPANYOL

POSKOTA.CO – Barcelona kembali membuktikan kapasitasnya sebagai penguasa Negeri Matador usai mengalahkan Sevilla pada leg pertama Piala Super Spanyol. Gol dari Luis Suarez dan Munir El Haddadi memastikan kemenangan Azulgrana dengan skor 2-0 di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Senin (15/8) dinihari WIB.

Kans Barcelona menjuarai Piala Super Spanyol selangkah lagi. Sebab Barcelona hanya butuh hasil imbang atau kalah dengan selisih satu gol pada leg kedua di Camp Nou, Kamis (18/8) dinihari WIB.

Namun, Luis Suarez enggan jemawa, dan menuntut El Barca tetap waspada, kemenangan di leg pertama bukan jaminan bagi Barca. “Piala Super belum dimenangi,” ucap Suarez di Soccer Way.

Para pemain Barcelona merayakan gol Luis Suarez di leg pertama Piala Super Spanyol yang digelar di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, Senin (15/8) dinihari WIB.
Para pemain Barcelona merayakan gol Luis Suarez di leg pertama Piala Super Spanyol yang digelar di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, Senin (15/8) dinihari WIB.

“Kami mesti memberi segalanya. Sepertinya kami tamat untuk bermain selama 95 menit di level tertinggi, tapi kami paham bagaimana cara kerjanya,” tandas Luis Suarez.

“Di babak kedua kami tampil hebat melawan sebuah rival baru yang menghadirkan banyak kesulitan kepada Barcelona. Ini jauh daripada sudah ditentukan,” tutur pemain yang pernah membela Ajax Amsterdam dan Liverpool ini.

Pekerjaan superberat bagi Sevilla karena Blaugrana hanya dua kali kalah di kandang sendiri di sepanjang musim 2015-2016.

Barcelona sejatinya tidak mampu menampilkan permainan terbaiknya. Lionel Messi dan kawan-kawan mendapat tekanan di 45 menit babak pertama.

Tetapi, memasuki babak kedua, Los Cules perlahan mampu mengambil kendali. Sebaliknya, tekanan Sevilla mulai berkurang dan lebih banyak menunggu bola datang.

Barcelona mendapatkan peluang emas pada menit ke-50 melalui kerja sama apik duo Suarez, Denis dan Luis. Umpan silang Denis Suarez berhasil diterima oleh striker asal Uruguay yag luput dari jebakan offside. Namun, kiper Sergo Rico dengan sigap masih bisa mengamankannya.

Empat menit berselang, publik tuan rumah dibuat terdiam. Kombinasi sempurna El Pistolero dengan Arda Turan berhasil menaklukkan Sergio Rico.

Suarez memberi kredit kepada Turan, yang memberi operan kepada dirinya untuk diselesaikan dengan gol. Turan memang menjalani karier yang kurang mulus setelah meninggalkan Atletico Madrid untuk hijrah ke Catalan.

“Arda memang tidak bermain di posisi biasanya tapi dia adalah seorang pemain hebat, dengan kualitas luar biasa bagus dan dia memperlihatkannya dengan operan yang memberiku gol pertama,” imbuh Luis Suarez.

Turan yang mengisi posisi Neymar yang absen karena tampil di Olimpiade Rio de Janeiro, tampil lebih baik pada babak kedua. Beberapa kali bola-bola dari pemain timnas Turki ini merepotkan duet bek Adil Rami dan Mercado.

Sevilla yang berusaha membalas justru kembali kebobolan, kali ini lewat pemain pengganti Munir El Haddadi yang masuk menggantikan Turan. Ia menjebol gawang Sergio Rico pada menit 81 memanfaatkan umpan Lionel Messi.

Para pemain Sevilla tampaknya belum dalam kondisi ideal bermain menekan sepanjang 90 menit. Terlihat pada babak kedua, Sevilla kesulitan keluar dari kurungan pemain Barca, padahal sebelumnya cukup dominan pada interval pertama.

Kesulitan
Pelatih Bercelona Luis Enrique mengaku Bercelona cukup kesulitan mengalahkan Sevilla pada laga leg pertama Piala Super Spanyol. Kemenangan 2-0 tidak didapat dengan mudah.

Apalagi dalam laga tersebut tim tuan rumah mampu dalam pengusaan bola. Beruntung timnya lebih efisien dalam penyelesaian akhir. Enrique berharap agar anak asuhnya tetap waspada saat melakoni leg kedua di Camp Nou untuk bisa meraih gelar perdananya musim ini.

Arsitek yang pernah menangani AS Roma itu mengungkapkan, dirinya lebih banyak melakukan perubahan pada interval kedua. Memang pada babak pertama Blaugrana lebih banyak kehilangan bola. Wajar apabila gol baru tercipta pada 45 menit terakhir melalui Luis Suarez dan Munir El Haddadi.

“Seluruh anggota tim bermain sangat baik. Para pemain kami tahu betapa sulitnya laga ini akan berjalan. Kami tampil baik saat menyerang dan bertahan,” ujar Enrique seperti dilansir laman resmi klub, Senin (15/8).

Enrique menambahkan, timnya sangat ambisius untuk meraih gelar Piala Super Spanyol. Sebab, pihaknya ingin menyapu bersih seluruh titel pada musim 2016-2017 ini. Disebutnya anak asuhnya harus memiliki ambisi besar dalam setiap laga untuk bisa mewujudkan target tersebut pada akhir musim nanti. Maka dari itu, Enrique meminta agar skuat El Barca tidak terlena dengan hasil leg pertama ini.

“Mereka (Sevilla) masih memiliki peluang untuk menggagalkan ambisi kami di Camp Nou. Pemain harus fokus dan mempersiapkannya dengan sangat matang. Kami harus tetap bermain menyerang,” tutur Enrique, Senin (15/8). (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Permohonan Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan akademisi ke Mahkamah Konstitusi (MK) sejalan dengan isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bahkan, dalam RUU tersebut hukuman perzinaan akan diperberat dari sembilan bulan penjara menjadi terancam lima tahun penjara. Pemerintah menanggapi permohonan akademisi terkait permintaan kriminalisasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan kumpul kebo, di mana materi itu juga masih dibahas di dalam DPR. Sebagai contoh, dalam Pasal 484 Ayat (1) Huruf e RUU KUHP berbunyi, "Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan dipidana lima tahun penjara". Pandangan pemerintah dalam hal ini disampaikan oleh Direktur Litigasi Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Yunan Hilmy dalam sidang lanjutan uji materi KUHP di ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (19/7). Yunan menyebut, pembahasan RUU ini terkesan lambat karena ada beberapa kendala. "Lamanya penyusunan RUU KUHP dipengaruhi banyaknya dinamika di antaranya masalah budaya, agama serta hal-hal lain yang dalam implementasinya harus dapat diukur secara jelas," kata Yunan. Sebab, dalam merumuskan ketentuan pidana berbeda dengan merumus ketentuan lain. Yunan mengatakan, untuk mengukur suatu norma pidana harus dapat dibuktikan secara hukum sehingga untuk dapat memutus suatu norma pidana memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, pemerintah mengatakan para pemohon dapat memberikan masukan hal ini kepada pemerintah atau DPR. "Dalam rangka turut serta mengatasi problematika pembahasan RUU KUHP, para pemohon dapat memberikan sumbangan pemikirannya terhadap materi RUU KUHP terutama masalah perzinaan, pemerkosaan dan homoseksual. Materi RUU KUHP itu masih dibahas di DPR, dan akhir Agustus mendatang akan kembali dirapatkan usai masa reses DPR. Hukum Penjara Sebelumnya, Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan para akademisi lain meminta homoseks dan pelaku kumpul kebo dihukum penjara. Mereka meminta Mahkamah Konstitusi menafsir ulang Pasal 292. Selain Euis, ikut pula menggugat para akademisi lainnya yaitu Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi, MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS, MA, Dr Sabriaty Aziz. Ada juga Fithra Faisal Hastiadi SE, MA, MSc, PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS, MHum, Sri Vira Chandra D SS, MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST, MPdI dan Dhona El Furqon SHI, MH. (*)