SAM ALLARDYCE TANGANI TIMNAS INGGRIS – Poskota.co
Saturday, September 23

SAM ALLARDYCE TANGANI TIMNAS INGGRIS

Sam Allardyce
Sam Allardyce

POSKOTA.CO – Sam Allardyce ditunjuk menjadi orang nomor satu di tim nasional Inggris oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk menggantikan Roy Hodgson, yang berhenti sebagai manajer The Three Lions usai dikalahkan Islandia pada babak 16 besar Piala Eropa 2016 Perancis lalu. Allardyce dikontrak selama dua tahun.

“Sam Allardyce secara personal telah menyanggupi permintaan FA untuk melatih tim nasional Inggris,” demikian tertulis dalam harian Inggris, Daily Mail, kemarin.

Allardyce dipilih oleh tiga petinggi FA yakni, Martin Glenn, David Gill dan Dan Ashworth. “Ketiganya yakin Allardyce adalah orang yang tepat untuk posisi ini,” kata Ketua FA Greg Dyke. “Saya setuju.”

Nama Big Sam disebut paling menonjol dibanding sejumlah pelatih lain yang sudah menjalani seleksi oleh FA. Federasi Sepak Bola Inggris itu sendiri memang hanya ingin punya pelatih asli dari negaranya, ketimbang menggunakan jasa manajer asing.

Big Sam, sapaan Sam Allardyce, akan mendapat gaji tak kurang dari 7 juta poundsterling atau sekitar Rp120 miliar untuk durasi kontraknya selama dua tahun.

Allardyce sebagai pelatih sejatinya tidak terlalu menonjol. Musim lalu, ia hanya memenangi sembilan dari 31 pertandingan Liga Primer Inggris bersama Sunderland.

Tak hanya itu, di bawah arahannya, Sunderland pun hanya mencetak 41 gol dan kebobolan 47 gol. Catatan buruk ini membuat Sunderland finis pada urutan ke-17 klasemen. Tim ini hanya terpaut dua poin dari zona degradasi.

Selain itu, Big Sam belum sekali pun melatih tim elite Liga Primer. Selain Sunderland, tim Liga Primer yang dilatihnya hanya West Ham United dan Newcastle United.

Namun mantan pelatih tim nasional Inggris, Sven-Goran Eriksson, mendukung Allardyce. Eriksson optimistis Big Sam akan membawa perubahan besar pada tubuh tim berlambang tiga singa tersebut.

“Sam memiliki pengalaman yang sangat panjang sebagai pelatih. Setiap tim yang ditanganinya selalu terorganisasi dengan baik. Jadi kenapa tidak?” ujar Eriksson. “Semoga sukses, Sam!”

Tugas berat yang menanti Big Sam adalah membawa Inggris ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Untuk itu, Inggris harus lolos dari babak kualifikasi.

The Three Lions berada di Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2018 bersama Slovakia, Skotlandia, Slovenia, Lithuania dan Malta. Big Sam harus memastikan timnya masuk dua besar untuk bisa tampil dalam Piala Dunia 2018. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Sebanyak delapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggugat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara terkait aturan mengundurkan diri saat mencalonkan diri sebagai pejabat publik di Mahkamah konstitusi. Kedelapan PNS tersebut: o. Dr Rahman Hadi MSi, o. Dr Genius Umar S Sos MSi, o. Empi Muslion AP SSos MT MSc, o. Rahmat Hollyson Maiza MAP, o. Dr Muhadam Labolo, o. Dr Muhammad Mulyadi AP MSi, o. Sanherif S. o. Hutagaol S.Sos MSi, o. Dr Sri Sundari SH MM, Menurutnya Pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) UU Aparatur Sipil Negara merupakan bentuk perlakuan diskriminatif sekaligus mengamputasi hak konstitusional PNS selaku warga negara. "Memang kami akui bahwa tujuan undang-undang tersebut sangat mulia menjadikan PNS sebagai sosok berintegritas, profesional, bebas KKN, namun yang kami sayangkan adalah adanya ketentuan norma yang diskriminatif menjegal eksistensi PNS untuk berbuat lebih jauh lagi untuk bangsa dan negara ini," salah satu pemohon, Rahman Hadi, saat membacakan permohonannya dalam sidang di MK Jakarta, Senin. Menurut Rahman, UU Aparatur Sipil Negara bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28 D ayat (3) UUD 1945. Pasal 27 menyebutkan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Sementara pasal 28D ayat (3) berbunyi setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Rahman juga menyoroti ketidakkonsistenan penerapan pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) terhadap Pasal 121 yang menyatakan pegawai Aparatur Sipil Negara dapat menjadi pejabat negara. Sedangkan Pasal 122 menyatakan pejabat negara sebagaimana dimaksud Pasal 121 jika dikaitkan dengan Pasal 123 ayat (1) berbunyi jika pegawai Aparatur Sipil Negara yang diangkat menjadi pejabat negara pada pimpinan dan anggota MK, BPK, KY, KPK, menteri dan dubes, maka pegawai ASN diberhentikan sementara dari jabatannya dan tidak kehilangan status sebagai PNS.