RUMAH KAMNAS APRESIASI TIMNAS SEPAK BOLA INDONESIA – Poskota.co

RUMAH KAMNAS APRESIASI TIMNAS SEPAK BOLA INDONESIA

logo-rumah-kamnasPOSKOTA.CO – Kerja keras PSSI, pemerintah, BOPI, pelatih dan klub-klub sepak bola, semoga menjadi harapan masa depan dan kebangkitan baru sepak bola di Indonesia.

Sepak bola adalah olahraga profesional yang mencerminkan kebhinnekaan sebagaimana bangsa Indonesia.

Kemenangan timnas sepak bola Indonesia adalah kemenangan bangsa Indonesia.

Sepak bola Indonesia dimulai sejak tahun 1914 saat Indonesia masih dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda.

Sejarah sepak bola modern di Indonesia dimulai dengan terbentuknya PSSI (Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia) pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta.

Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu dan Divisi Dua untuk pemain nonamatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu.

Hari ini (Rabu, 14-12-2016) menjadi tonggak sejarah bangsa Indonesia memenangkan kompetisi di laga final pertama Piala AFF 2016 melawan Thailand. Laga pertama berlaga di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, mulai pukul 19.00 WIB,
sedangkan laga kedua di Bangkok, 17 Desember mendatang di Stadion Rajamangala National.

Indonesia lolos ke partai final usai di semifinal menyingkirkan Vietnam. Dalam dua laga yang digelar di Cibinong dan Hanoi.

Di sisi lain, Thailand melangkah ke final usai menghancurkan Myanmar. Total selisih gol mereka cukup telak, 6-0. Thailand menang 2-0 di kandang Myanmar, dan menang 4-0 di kandang sendiri.

Performa Thailand memang luar biasa. Dalam lima laga, mereka selalu menang dan hanya kebobolan dua kali. Namun, dua gol yang bersarang di gawang Thailand semuanya berasal dari timnas Indonesia. Itu terjadi saat Thailand mengalahkan Indonesia 4-2 di laga awal fase grup. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.