REAL MADRID RAIH TITEL JUARA SUPER EROPA 2016 – Poskota.co
Saturday, September 23

REAL MADRID RAIH TITEL JUARA SUPER EROPA 2016

POSKOTA.CO – Meski tampil tanpa diperkuat sejumlah bintangnya termasuk Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale, Real Madrid secara dramatis berhasil mengalahkan Sevilla dalam ajang Piala Super Eropa yang dihelat di Lerkendal Stadium, Trondheim, Norwegia, Rabu (10/8) dinihari WIB.

El Real menjadi juara Piala Super Eropa usai menang 3-2 atas Sevilla. Namun, Madrid harus melalui babak tambahan untuk bisa mendapatkan kemenangan.

Peluang pertama Madrid tercipta saat laga baru berjalan delapan menit. Marco Asensio mengirim umpan dari tendangan penjuru, namun sundulan Sergio Ramos belum mengarah ke gawang Sevilla.

Tidak lama berselang, Madrid kembali melancarkan serangan. Tembakan Asensio dari luar kotak penalti Sevilla dengan mudah ditangkap penjaga gawang Sergio Rico.

Madrid akhirnya unggul pada menit ke-21. Tembakan keras kaki kiri Asensio berhasil melaju deras ke pojok atas kanan gawang Sevilla tanpa mampu dibendung Rico.

Untuk menyamakan kedudukan, para pemain Sevilla membangun serangan yang menuai ancaman bagi sektor pertahanan Madrid. Sayang, Mariano gagal menyambut umpan matang Franco Vazquez yang menusuk dari sisi sayap kiri.

Beberapa menit kemudian, Daniel Carrico melepaskan tembakan keras dari jarak jauh. Beruntung, Kiko Casilla berhasil mengantisipasinya.

Pertahanan El Real akhirnya kecolongan pada menit ke-41. Setelah melakukan pergerakan yang merepotkan Sergio Ramos dkk, Vitolo melepaskan umpan matang yang disambar oleh Vazquez tanpa bisa dihalau Casilla.

Sergio Ramos dkk merespons dengan cepat, tetapi Lucas Vazquez yang menyambut umpan Dani Carvajal belum mampu menaklukkan Rico. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki menit ke-10 babak kedua, Isco mendapat umpan matang dari Asensio, namun masih belum mampu membuahkan gol kedua Madrid.

Dua peluang bertubi-tubi didapatkan Madrid. Sundulan Karim Benzema yang tampil sebagai pemain pengganti hanya menghasilkan sepak pojok, sementara Ramos kembali gagal memaksimalkan umpan Asensio melalui sundulannya.

Sevilla mendapatkan hadiah penalti menyusul pelanggaran Ramos terhadap Vitolo pada menit ke-72. Yehven Konoplyanka yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses mengelabui Casilla.

Upaya anak asuh Zinedine Zidane untuk menyamakan skor berbuah hasil setelah Ramos membobol gawang Sevilla usai memaksimalkan umpan matang Vazquez pada injury time.

Benzema bahkan hampir mencetak gol ketiga Madrid sesaat berselang, namun Rico dengan sigap menghentikan laju bola. Skor 2-2 bertahan hingga waktu normal berakhir, laga pun harus dilanjutkan dengan extra time.

Sevilla 10 Pemain
Di babak tambahan, Sevilla harus bermain dengan 10 orang setelah Timothee Kolodziejczak mendapatkan kartu kuning kedua setelah melanggar Lucas Vazquez. Madrid pun kian leluasa menyerang Sevilla. Terbukti, Ramos mendapat peluang dengan sundulannya dari umpan Marcelo, namun golnya dianulir, karena wasit menilai telah terjadi pelanggaran.

Kendati begitu, Dani Carvajal keluar sebagai pahlawan Madrid. Setelah merebut bola dari Konoplyanka, bek tim nasional Spanyol itu melewati tiga pemain Sevilla sebelum melesakkan bola dengan sontekan jarak jauhnya ke pojok gawang Sevilla satu menit jelang berakhirnya babak tambahan, dengan skor 3-2, dan Madrid berhak mendapat titel klub Super Eropa 2016.

Trofi Piala Super Eropa ini pun jadi trofi pertama Madrid musim ini, dan jadi penyempurna gelar Liga Champions yang mereka raih Mei lalu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Sebanyak delapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggugat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara terkait aturan mengundurkan diri saat mencalonkan diri sebagai pejabat publik di Mahkamah konstitusi. Kedelapan PNS tersebut: o. Dr Rahman Hadi MSi, o. Dr Genius Umar S Sos MSi, o. Empi Muslion AP SSos MT MSc, o. Rahmat Hollyson Maiza MAP, o. Dr Muhadam Labolo, o. Dr Muhammad Mulyadi AP MSi, o. Sanherif S. o. Hutagaol S.Sos MSi, o. Dr Sri Sundari SH MM, Menurutnya Pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) UU Aparatur Sipil Negara merupakan bentuk perlakuan diskriminatif sekaligus mengamputasi hak konstitusional PNS selaku warga negara. "Memang kami akui bahwa tujuan undang-undang tersebut sangat mulia menjadikan PNS sebagai sosok berintegritas, profesional, bebas KKN, namun yang kami sayangkan adalah adanya ketentuan norma yang diskriminatif menjegal eksistensi PNS untuk berbuat lebih jauh lagi untuk bangsa dan negara ini," salah satu pemohon, Rahman Hadi, saat membacakan permohonannya dalam sidang di MK Jakarta, Senin. Menurut Rahman, UU Aparatur Sipil Negara bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28 D ayat (3) UUD 1945. Pasal 27 menyebutkan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Sementara pasal 28D ayat (3) berbunyi setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Rahman juga menyoroti ketidakkonsistenan penerapan pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) terhadap Pasal 121 yang menyatakan pegawai Aparatur Sipil Negara dapat menjadi pejabat negara. Sedangkan Pasal 122 menyatakan pejabat negara sebagaimana dimaksud Pasal 121 jika dikaitkan dengan Pasal 123 ayat (1) berbunyi jika pegawai Aparatur Sipil Negara yang diangkat menjadi pejabat negara pada pimpinan dan anggota MK, BPK, KY, KPK, menteri dan dubes, maka pegawai ASN diberhentikan sementara dari jabatannya dan tidak kehilangan status sebagai PNS.