INDONESIA MASIH PUNYA PELUANG KE SEMIFINAL PIALA AFF 2016 – Poskota.co
Saturday, September 23

INDONESIA MASIH PUNYA PELUANG KE SEMIFINAL PIALA AFF 2016

POSKOTA.CO – Tim nasional Indonesia masih memiliki peluang melaju ke semifinal pada Piala AFF 2016 meskipun bermain imbang dengan tuan rumah Filipina 2-2 pada laga kedua penyisihan grup A di Philippine Sports Stadium, Bulacan, Selasa (22/11) malam.

“Kita masih memiliki peluang lolos dengan syarat harus menang saat bertemu Singapura pada laga terakhir,” ujar pemain timnas Merah-Putih, Andik Vermansah, usai laga menghadapi Filipina di kejuaraan Asia Tenggara itu.

Kapten Timnas Indonesia, Boaz Solossa (tengah), merayakan golnya yang dilesakkan ke gawang Filipina, pada penyisihan grup A. Indonesia ditahan imbang Filipinan 2-2.
Kapten Timnas Indonesia, Boaz Solossa (tengah), merayakan golnya yang dilesakkan ke gawang tuan rumah Filipina, pada penyisihan grup A. Indonesia ditahan imbang Filipina 2-2.

Namun, lanjut Andik, pihaknya tidak boleh sesumbar karena persoalan di lapangan berbeda dengan yang diprediksikan.

Pada laga sebelumnya, Singapura yang akan menjadi lawan terakhir Indonesia pada 25 November mendatang, kalah 0-1 dari juara bertahan Thailand, sehingga nilai Singapura dan Indonesia sama-sama mengoleksi satu poin.

Sedangkan Filipina yang dua kali bertanding dengan hasil seri, yakni kontra Singapura 0-0 dan Indonesia 2-2, mengantongi dua poin. Namun, Filipina akan menemui lawan berat Thailand pada laga terakhir penyisihan grup.

Tim ‘Gajah Putih’ Thailand sudah dipastikan lolos ke semifinal, karena memiliki nilai enam dari dua kali pertandingan yakni, melawan Indonesia 4-2 dan Singapura 1-0.

Filipina, Indonesia dan Singapura, harus memenangi pertandingan terakhirnya jika ingin mendampingi Thailand. Siapa pun tiga negara ini yang bisa memenangi pertandingan terakhirnya, maka berhak maju ke semifinal. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Permohonan Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan akademisi ke Mahkamah Konstitusi (MK) sejalan dengan isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bahkan, dalam RUU tersebut hukuman perzinaan akan diperberat dari sembilan bulan penjara menjadi terancam lima tahun penjara. Pemerintah menanggapi permohonan akademisi terkait permintaan kriminalisasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan kumpul kebo, di mana materi itu juga masih dibahas di dalam DPR. Sebagai contoh, dalam Pasal 484 Ayat (1) Huruf e RUU KUHP berbunyi, "Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan dipidana lima tahun penjara". Pandangan pemerintah dalam hal ini disampaikan oleh Direktur Litigasi Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Yunan Hilmy dalam sidang lanjutan uji materi KUHP di ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (19/7). Yunan menyebut, pembahasan RUU ini terkesan lambat karena ada beberapa kendala. "Lamanya penyusunan RUU KUHP dipengaruhi banyaknya dinamika di antaranya masalah budaya, agama serta hal-hal lain yang dalam implementasinya harus dapat diukur secara jelas," kata Yunan. Sebab, dalam merumuskan ketentuan pidana berbeda dengan merumus ketentuan lain. Yunan mengatakan, untuk mengukur suatu norma pidana harus dapat dibuktikan secara hukum sehingga untuk dapat memutus suatu norma pidana memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, pemerintah mengatakan para pemohon dapat memberikan masukan hal ini kepada pemerintah atau DPR. "Dalam rangka turut serta mengatasi problematika pembahasan RUU KUHP, para pemohon dapat memberikan sumbangan pemikirannya terhadap materi RUU KUHP terutama masalah perzinaan, pemerkosaan dan homoseksual. Materi RUU KUHP itu masih dibahas di DPR, dan akhir Agustus mendatang akan kembali dirapatkan usai masa reses DPR. Hukum Penjara Sebelumnya, Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan para akademisi lain meminta homoseks dan pelaku kumpul kebo dihukum penjara. Mereka meminta Mahkamah Konstitusi menafsir ulang Pasal 292. Selain Euis, ikut pula menggugat para akademisi lainnya yaitu Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi, MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS, MA, Dr Sabriaty Aziz. Ada juga Fithra Faisal Hastiadi SE, MA, MSc, PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS, MHum, Sri Vira Chandra D SS, MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST, MPdI dan Dhona El Furqon SHI, MH. (*)