HASIL DRAWING PEREMPAT FINAL LIGA CHAMPIONS 2016-2017 – Poskota.co

HASIL DRAWING PEREMPAT FINAL LIGA CHAMPIONS 2016-2017

Drawing perempat final UCL

POSKOTA.CO – Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah melaksanakan pengundian perempat final Liga Champions 2016-2017. Sebanyak delapan tim siap saling sikut demi tampil dalam laga puncak di Cardiff, Wales.

Drawing dilaksanakan di markas besar UEFA di Nyon, Swiss, Jumat (17/3), pukul 11.00 waktu setempat atau pukul 18.00 WIB. Legenda Liverpool FC, Ian Rush, dipercaya mengambil bola undian.

Dua laga berat tersaji di fase delapan besar itu saat Bayern Muenchen bertemu Real Madrid dan Juventus kontra Barcelona.

Salah satu laga yang paling menarik adalah Juventus melawan Barcelona. Laga ini merupakan ulangan final 2014-2015 di Berlin.

Juventus dan Barcelona sudah tujuh kali bertemu di perempat final. Barcelona unggul tipis dengan meraih tiga menang, berbanding dua kalah.

Bukan cuma itu, pertemuan dua raksasa Bayern Muenchen dan Real Madrid juga sangat menarik untuk disaksikan. Sejarah mencatat kedua tim sudah 10 kali bersua di tahap gugur dengan masing-masing memetik lima kemenangan.

Muenchen dan Madrid bukan pertama kali bertemu di perempat final Liga Champions. Sepanjang keikutsertaan mereka di kompetisi antarklub Eropa itu, keduanya sudah 22 kali bertemu di fase delapan besar.

Hasilnya, Die Roten -julukan Bayern Meunchen- lebih unggul dengan meraih 11 menang dan 10 kalah, sementara sisanya berakhir imbang.

Dua perempat final lainnya mempertemukan Leicester City yang merupakan tim debutan sekaligus kejutan musim ini, ditantang Atletico Madrid. Sementara itu, Borussia Dortmund kontra wakil Perancis, AS Monaco. Meski terkesan dua laga di atas kurang menarik, tetap saja keempat klub tersebut memiliki kapasitas untuk bersinar di Liga Champions 2016-2017.

Leg pertama akan dilaksanakan pada 11 dan 12 April 2017. Adapun pertandingan kedua berlangsung 18 dan 19 April.

Berikut ini hasil drawing perempat final Liga Champions:
Atletico Madrid vs Leicester City
Borussia Dortmund vs AS Monaco
Bayern Muenchen vs Real Madrid
Juventus vs FC Barcelona (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Sebanyak delapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggugat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara terkait aturan mengundurkan diri saat mencalonkan diri sebagai pejabat publik di Mahkamah konstitusi. Kedelapan PNS tersebut: o. Dr Rahman Hadi MSi, o. Dr Genius Umar S Sos MSi, o. Empi Muslion AP SSos MT MSc, o. Rahmat Hollyson Maiza MAP, o. Dr Muhadam Labolo, o. Dr Muhammad Mulyadi AP MSi, o. Sanherif S. o. Hutagaol S.Sos MSi, o. Dr Sri Sundari SH MM, Menurutnya Pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) UU Aparatur Sipil Negara merupakan bentuk perlakuan diskriminatif sekaligus mengamputasi hak konstitusional PNS selaku warga negara. "Memang kami akui bahwa tujuan undang-undang tersebut sangat mulia menjadikan PNS sebagai sosok berintegritas, profesional, bebas KKN, namun yang kami sayangkan adalah adanya ketentuan norma yang diskriminatif menjegal eksistensi PNS untuk berbuat lebih jauh lagi untuk bangsa dan negara ini," salah satu pemohon, Rahman Hadi, saat membacakan permohonannya dalam sidang di MK Jakarta, Senin. Menurut Rahman, UU Aparatur Sipil Negara bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28 D ayat (3) UUD 1945. Pasal 27 menyebutkan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Sementara pasal 28D ayat (3) berbunyi setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Rahman juga menyoroti ketidakkonsistenan penerapan pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) terhadap Pasal 121 yang menyatakan pegawai Aparatur Sipil Negara dapat menjadi pejabat negara. Sedangkan Pasal 122 menyatakan pejabat negara sebagaimana dimaksud Pasal 121 jika dikaitkan dengan Pasal 123 ayat (1) berbunyi jika pegawai Aparatur Sipil Negara yang diangkat menjadi pejabat negara pada pimpinan dan anggota MK, BPK, KY, KPK, menteri dan dubes, maka pegawai ASN diberhentikan sementara dari jabatannya dan tidak kehilangan status sebagai PNS.