oleh

Demi Rekrutmen (Abal-Abal dan Akal-akalan) THL Pol PP, Nama Inspektur pun Dicatut

SEBAGAI Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Kabid Gakda)  Satpol PP Kabupaten Bekasi,  Rohadi semestinya tahu mana yang benar mana yang salah.  Selain itu, sebagai kabid dia juga punya atasan, Sekretaris dan Kepala Satuan Polisi Pamomg Praja.

Jadi,  ketika ada tindakan atau pekerjaannya yang nggak benar padahal atasannya sudah memberi tahu,  seharusnya dia menghentikan pekerjaannya itu. Lantas kenapa dia sampai ngotot ingin tetap menjalankan kegiatannya, wajar dong kalau banyak orang menduga-duga ada ‘rupiah’ di sela kegiatannya tersebut.

Kegiatan itu adalah rekrutmen Tenaga Harian Lepas (THL) pada Satuan Polisi Pamomg Praja. Untuk kegiatan tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamomg Praja Kabupaten Bekasi Yana Suyatna, sudah memberitahukan agar rekrutmen THL tersebut tidak dijalankannya.  Alasannya, karena tidak ada anggaran untuk memberi honor kepada 15 THL tersebut.

Namun Rohadi tak menggubris sama sekali arahan atasannya,  alias cuma dianggap angin lalu saja.  Dia bersama Kepala Seksi Sumber Daya Aparatur (SDA) Eko tak pun tetap menggelar rekrutmen THL tersebut.  Kok ngotot banget ya? Ya nggak mungkin ngotot kalau nggak ada tebaran rupiahnya. Begitulah banyak orang beranggapan.

Tidak kehabisan akal atas larangan atasannya,  Rohadi pun kemudian berdalih kalau untuk rekrutmen THL itu sudah ada arahan dari Inspektur Pembantu (Irban)  pada Inspektorat Kabupaten Bekasi Tuftana.

Padahal Tuftana mengaku tidak pernah memberi arahan apa pun untuk rekrutmen calon THL tersebut. “Apa wewenang saya sampai harus mengeluarkan arahan?” Tuftana malah berujar seperti itu saat dihubungi penulis.

Atas ulah Rohadi dan rekannya, 15 orang THL hasil rekrutmennya itu pun kini merana,  lantaran lembaga  Satuan Polisi Pamomg Praja tak mengakui mereka sebagai THL karena rekrutmennya cacat administrasi,  cacat prosedur dan cacat cara. Padahal mereka sudah sempat seminggu bertugas, meski tanpa surat tugas.

Kasihan kan? Mereka sudah gagah dan bangga dengan uniform (seragam)  Pol PP. Bahkan mungkin sudah ada yang pamer dengan pacar, istri atau calon mertua?

Beberapa tahun lalu pernah ada rekrutmen untuk calon THL Satpol PP. Tapi prosedurnya ditempuh dan tak main-main, rekrutmen tersebut melibatkan TNI karena dilaksanakan dengan cara semi militer. Ada latihan fisik ala militer. Nah yang sekarang ini, tak jelas protapnya, tahu-tahu sudah ada 15 orang THL terpilih hasil rekrutmen abal-abal dan akal-akalan tersebut.

Di kalangan Satpol PP tersebut, pun beredar isu kalau rekrutmen tersebut ada tebaran rupiahnya. Cuma ini kan ibarat kentut,  kecium baunya nggak kelihatan bentuknya.

Akan halnya Inspektur Pembantu (Irban)  Tuftana yang merasa ‘dikadalin’ karena namanya dicatut seolah-olah memberi arahan untuk mengizinkan rekrutmen, siap memeriksa orang yang sudah mencatut namanya tersebut.  Apalagi,  ujar pejabat yang akrab dipanggil Abah ini, ada juga orang kejaksaan yang menanyakan masalah ini.

“Tunggu tanggal mainnya. Pasti akan kita periksa,” begitu Tuftana menegaskan. (agus suzana)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *