oleh

Vanessa Angel Jalani Sidang Perdana Kasus Kepemilikan Narkoba

-Selebritas-43 views

PSOKOTA.CO – Kasus artis catik yang pernah heboh terkait kasus prostitusi, Vanessa Angel, mulai disidangkan dalam kasus narkoba. Vanessa
didakwa kasus psikotropika oleh jaksa penuntut umum Kejari Jakarta Barat. Vanessa didakwa terkait kepemilikan 20 pil xanax.

Artis cantik itu didakwa menyimpan dan meliki barang haram itu. “Tanpa hak memiliki, menyimpan dan atau membawa psikotropika berupa 20 pil xanax,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (31/8/2020).

Kasus ini berawal pada Senin 16 Maret 2020, polisi mendapatkan informasi bahwa di daerah Kembangan Jakarta Barat sering dijadikan tempat salah satu figur publik yang memiliki ciri-ciri mirip terdakwa menggunakan psikotropika jenis xanax. Kemudian polisi mendatangi rumah terdakwa dan melakukan penggeledahan

Polisi menemukan 5 butir pil xanax ada di dalam tas terdakwa. Selain itu, terdapat 1 plastik berisi 15 butir pil xanax di dalam laci lemari tv yang ada di kamar terdakwa yang keduanya diakui terdakwa berada di dalam penguasaan terdakwa.

Dalam prmeriksaan terdakwa mengakui menyimpan pil xanax tersebut untuk digunakan sendiri. Selanjutnya terdakwa mengaku mendapatkan pil xanax tersebut dari saksi H Abdul Malik pada saat mendampingi terdakwa alam proses persidangan di PN Surabaya, sedangkan 15 butir diperoleh dari apotek di Surabaya berdasarkan resep dari RS Puri Cinere.

Jaksa menyebut penyerahan psikotropika oleh apotik, rumah sakit, puskesmas, dan balai pengobatan dilaksanakan berdasarkan pada resep dokter dan apabila terdakwa mendapatkan obat dengan resep maka resep tersebut akan ditahan pihak apotik dan dilaporkan ke BPOM. Akan tetapi, pada kenyataannya resep obat tersebut masih ada pada terdakwa sehingga penguasaan atau kepemilikan 20 butir tersebut diperoleh tidak berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Perbuatan terdakwa diancam pidana melanggar Pasal 62 UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika, jo Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 49 tahun 2018 tentang perubahan penggolongan psikotropika dalam lampiran UU Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. Terdakwa maupun penasihat hukum terdakwa tak mengajukan eksepsi. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *