by

Paul McCartney, Pria Paling Keren di Dunia (1)

-Selebritas-104 views
Read Time:3 Minute, 35 Second

POSKOTA.CO – Jika Anda bertanya kepada saya, siapa pria paling keren di dunia, saat ini — maka jawaban saya adalah Sir Paul McCartney. Sebab, semalam saya tak bisa tidur –lantaran siangnya kebanyakan molor– dan menghabiskan waktu untuk menonton aksi videonya di YouTube.

Saya nonton wawancaranya dengan James Corden di acara Carpool – YouTube. Juga wawancara dengan teve lainnya. Di Carpool James Corden, di klik 51 juta kali. Lumayan untuk musisi gaek. Sudah lama saya nonton video itu dan tak jemu mengulanginya. Waktu nonton pertama saya ikut nangis. Soalnya terharu.

Hal yang unik dari nonton personil The Beatles yang paling aktif ini adalah meski penampilannya selalu ceria, humoris, penuh semangat dan atraktif tapi rendah hati – kita yang menontonnya kerap dibikin sedih dan terharu.

Saya bahkan tak bisa menghentikan air mata yang menetes saat nonton video konsernya di Lapangan Merah Moskow – Rusia. Sumpah!

Generasi kami — yang lahir di era 1950-60an, melewati apa yang disebut era “Perang Dingin” (Cold War). Dunia terbelah dalam dua blok yakni Blok Barat (kapitalis) dan blok Timur (sosialis- komunis). Bung Karno di Indonesia mencoba membuat blok alternarif yaitu ‘Non Blok’ –mengumpulkan negara di Asia dan Afrika– meski dalam praktiknya dekat dengan Blok Timur.

Dan musik The Beatles adalah produk imperialis dari Blok Barat yang dianggap virus berbahaya bagi warga negara Blok Timur.

Itu sebabnya oma-opa dan oom-tante yang nonton konser perdananya di Red Square 2003, yang ditonton juga oleh Presiden Vladimir Putin — selain jingkrak-jingkak juga bersimbah air mata, mewek, bahagia, haru dan seperti tak percaya bahwa itu nyata.

Saya pun ikut terbawa –ikut sedih dan bahagia sekaligus. Soalnya semua hits The Beatles dikeluarkan semua– termasuk “Back in the USSR” !

“Back in the USSR” adalah satu satunya lagu yang ditulis oleh komposer yang membuat warga dunia ingat pada Uni Soviet,” kata warga eks Soviet kemudian.

Paul mengungkapkan, lagu itu ditulis dan direkam Agustus 1968 sebagai jawaban untuk Chuck Berry, rocker AS, yang menyanyikan lagu “Back in the USA” (1959) — yang menurutnya, “sangat Amerika”.

James Corden, host, presenter dan komedian yang kondang sejak sukses mengerjai Ibu Negara AS, Michele Obama, di program ngobrol dan nyanyi bareng di mobil itu – sembari keliling keliling di halaman Gedung Putih – juga nangis di samping Oom Paul McCartney.

Dia mengenangkan saat mendengarkan dan nyanyi bareng lagu “Let it Be”. Lagu itu kesukaan almarhum kakek dan ayahnya

Bassist The Beatles ini mengisahkan proses lahirnya lagu itu. Lagu yang diinspirasi oleh almarhum ibunya, Mary, yang meninggal akibat kanker saat dia berusia 14 tahun.

“I had a dream in the Sixties where my Mum who died came to me in a dream and was reassuring me, saying: ‘It’s gonna be OK. Just let it be…” katanya.

Seluruh dunia tahu bagaimana lirik pembuka lagunya itu:

“When I find myself in time of trouble… / Mother Mary come to me… / speaking word of wisdom ‘let it be’…”

Paul yang piawai menulis lagu sejak usia 14 tahun, mengajak James ke Penny Lane dan mengisahkan lahirnya lagu itu. Menyusuri jalan, mendatangi tempat pangkas rambut langganannya dan juga toko bunga masih di sana. Juga gereja legendaris dimana adiknya, Michael, menikah di situ.

Warga kebanggaan Liverpool ini mengajak James mampir di rumah kecilnya di usia belasan tahun dan menuturkan lahirnya lagu “She Loves You” yang mendunia itu. Juga main lagi “When I Sixty Four” yang diciptaknnya di sana.

Pada puncaknya gitaris kidal yang piawai main piano dan drum ini tampil di pub di mana ia sering tampil (dulu) dan mengejutkan para pengunjung. Soalnya mendadak nongol di balik layar memainkan lagu “Hard Days Night”, lalu menghilang dan sejurus kemudian muncul lagi dengan “Obladi – Oblada”, “Love Me Do” dan “Back In The USSR” .

Wow. Surprise.

MASIH terkait dengan James Corden dan Michele Obama, saya nonton video Paul juga yang konser di Gedung Putih dan membawakan lagu hitnya – dan spesial – yang berlirik bahasa Inggris dan Prancis. Wajah First Lady adinegara itu kontan ceria.

“Michelle, ma belle /
Sont les mots qui vont tres bien ensemble /
Tres bien ensemble …”

Presiden Obama tak marah saat Paul dengan syahdu melantunkan bagian puncaknya: “… I love you.. i love you… i love you…That all i want to say….”

Lagu “Michele” ditulis Paul McCartney (musiknya digarap John Lennon.pen) di tahun 1965 dan mendapat Grammy Award pada tahun 1967.

Masa itu, Barack Hussein Obama masih main gundu dengan teman teman Indonesianya di kawasan Menteng Dalam, Jakarta. (bersambung- supriyanto)

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini