oleh

Reynhard Sinaga Bisa Lebih Berbahaya

-Poskotatv-86 views

POSKOTA.CO– Reynhard Sinaga, Pria Asal Jambi, Indonesia. Ia dihukum seumur hidup oleh pengadilan Manchseter, Inggris atas 159 kasus pemerkosaan terhadap 48 korban pria. Kasus ini terjadi selama rentang waktu 2,5 tahun mulai 1 Januari 2015 hingga 2 Juni 2017.

Reynhard dari cctv yang disita polisi, diketahui sering keluar dari apartemen setiap malam lalu mencari ‘Mangsa’ pria yang tengah mabuk. Reynhard membius dan memperkosa korban dari apartemennya. Pria yang dijadikan korban adalah pria berusia 17-30 tahun. Korban tak sadar ketika Reynhard melakukan aksinya. Menurut BBC, kebanyakan korban yang ada di video yang direkam Reynhard dalam keadaan mendengkur.

Psikolog Forensik STKI, Reza Indragiri berpendapat, modus yang dilakukan oleh Reynhard ini adalah yang paling sering dilakukan. Grooming behaviour biasa dilakukan dari anak-anak bahkan orang dewasa, berlagak menjadi baik dengan penuh tipu muslihat adalah modusnya.

Sementara Seksolog UI, Zoya Amirin memiliki pandangan terhadap perilaku seks yang dilakukan oleh Reynhard Sinaga adalah paraphilia.

Istilah paraphilia (kelainan seksual) pertama kali disebut oleh seorang psikoterapis bernama Wilhelm Stekel dalam bukunya berjudul Sexual Aberrations pada tahun 1925. Paraphilia berasal dari bahasa Yunani, para berarti “di samping” dan philia berarti “cinta”.

Definisi mengenai paraphilia menjelaskan sebagai kondisi yang ditandai dorongan, fantasi, atau perilaku seksual yang berulang dan intensif, yang melibatkan objek, aktivitas atau situasi yang tidak biasa dan menimbulkan keadaan distress (stres yang berbahaya) yang meyakinkan secara klinis atau kerusakan dalam masyarakat, pekerjaan atau area fungsi-fungsi lainnya.

Reynhard Sinaga dikatakan paraphilia karena keunikannya yang berperilaku seksual dengan korban yang tidak sadarkan diri dengan skill grooming behaviour yang mampu mengajak korbannya hanya dalam waktu 60 detik.

Lebih lengkapnya, simak dialog bersama Psikolog Forensik STKI Reza Indragiri, Seksolog UI Zoya Amirin dan juga Minister Counsellor KBRI London Thomas A. Siregar. (KOMPAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *