Inilah 50 Anggota DPRD Kota Depok Priode 2014-2019 – Poskota.co

Inilah 50 Anggota DPRD Kota Depok Priode 2014-2019

15DPRD KOTA DEPOKPOSKOTA.CO – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok menggelar rapat pleno (12/5) untuk menetapkan anggota DPRD Kota Depok terpilih. Dari hasil Pemilihan Umum Legislatif silam, menetapkan bahwa sebanyak 50 anggota DPRD untuk priode 5 tahun ke depan (2014-2019).
Inilah nama 50 anggota DPRD Kota Depok berdasarkan Dapil;

Dapil 1 – Cimanggis

Sri Utami (PKS)
Veronica (PDIP)
Indah Haryani (PDIP)
Yeti Wulandari (Gerindra)
Edi sitorus (Demokrat)
Titi Sumiati (PAN)
Sri Kustiani (PPP)

Dapil 2 – Cilodong & Tapos

Sasmita (Nasdem)
Qutifa Wijaya (PKS)
Siti Sutinah (PDIP)
Rudi Kurniawan (PDIP)
Nurhasim (Golkar)
Hamzah (Gerindra)
Rienova Seri (Gerindra)
Muhamad Taufik (Demokrat)
Igun Sumarno (PAN)
Bernat (Hanura)

Dapil 3 – Cipayung, Sawangan dan Bojongsari

Slamet Riadi (PKB)
Zeni Faizah (PKS)
Yuni Indriani (PDIP)
Mat Arif (PDIP)
Babay Suhaemi (Golkar)
Muhamad Sakam (Gerindra)
Iing Hilman (Gerindra)
Pradana Mulya (Demokrat)
Lahmudin Abdulah (PAN)
Qonita (PPP)

Dapil 4 – Beji, Cinere & Limo

Farida Rahmayanti (PKS)
Harmanto (PDIP)
Sahat Farida Berlian (PDIP)
Tajudin Tabri (Golkar)
Muhamad HB (Gerindra)
Hj Resqi (Gerindra)
Nurhasan (PAN)
Makmun Abdulah (PPP)
Nurjaman (Hanura)

Dapil 5 – Sukmajaya

Muhamad Saparyono (PKS)
Rahmin Sihaan (PDIP)
Agustina Simanjutak (PDIP)
Juanah Sarmili (Golkar)
Turiman (Gerindra)
Endah Winarti (Demokrat)
Azhari (PAN)

Dapil 6 – Pancoran Mas

Muhamad Hafid Nasir (PKS)
Hendrik Tangke Alo (PDIP)
Supriatni (Golkar)
Edi Masturo (Gerindra)
Siti Nurjanah (Demokrat)
Fitri Haryono (PAN)
Mazhab HM. (PPP)

(Hakim Moesthaf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.