TOKOH PEJUANG MUDA DEKLARASIKAN LP-KPK – Poskota.co

TOKOH PEJUANG MUDA DEKLARASIKAN LP-KPK

30udinPOSKOTA.CO – Lembaga Perlindungan Konsumen, Property dan Keuangan (LP-KPK) dideklarasikan sejumlah tokoh dan pejuang muda dari berbagai profesi dan bidang ilmu yang memiliki kepedulian terhadap konsumen yang kerab menjadi korban para pengusaha “raksasa”.

“Lembaga ini dideklarasikan sebagai langkah konkrit atas keprihatinan yang mendalam dari lemahnya perlindungan konsumen di negara ini. Melalui lembaga ini, konsumen memiliki wadah untuk memperjuangkan perlindungan hak-haknya sebagai konsumen sektor properti dan jasa keuangan,” kata salah seorang deklataor Junaidi D Kamil di Jakarta, Senin (28/3/2016) malam.

Pemerintah dengan segenap perangkat birokrasi yang ada masih belum optimal memberikan perlindungan konsumen di kedua sektor tersebut. Lembaga ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memberikan advokasi dan langkah legal action bagi konsumen properti dan sektor keuangan yang mendapatkan perlakuan tidak adil dari pelaku usaha.

Untuk sektor jasa keuangan juga kata Junaiadi, dihadapkan dengan realitas masih belum optimalnya perlindungan dana nasabah akibat kejahatan perbankan cyber crime.

Dibidang asuransi juga ditemukan lembaga asuransi yang dipailitkan sehingga nasabah dirugikan. Deretan kasus-kasus di sektor properti dan sektor keuangan yang semakin membuktikan lemahnya perlindungan konsumen di sektor ini.

Hadir dalam acara tersebut Muhammad Joni, Amri Lubis, Abdullah Rasyid, Syafruddin, Fauzie Yususf Hasibuan, Donny Sinaga, Zulhaina Tanamas, Rinaldi Ahmad, Muhammad Yasin, M Pertiwi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)