SIDANG KASUS KOPI BERSIANIDA, JESSICA: SAYA HANYA TERTARIK PADA LELAKI, DULU, SEKARANG DAN SELAMANYA – Poskota.co
Wednesday, September 20

SIDANG KASUS KOPI BERSIANIDA, JESSICA: SAYA HANYA TERTARIK PADA LELAKI, DULU, SEKARANG DAN SELAMANYA

POSKOTA.CO – Terdakwa Jessica Kumala Wongso menyatakan keberatannya terhadap keterangan yang disampaikan Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI), Profesor Dr Sarlito Wirawan Sarwono dalam sidang ke-17 kasus ‘kopi bersianida’.

Selain itu, Jessica juga membantah bahwa dirinya memiliki orientasi seksual penyuka sesama jenis dalam persidangan tersebut. “Saya pertegas lagi, saya hanya tertarik pada lelaki, dulu, sekarang dan selamanya,” tegas Jessica di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/9).

Saat psikologis Jessica diperiksa oleh dokter Riri Wowor, Jessica mengaku tidak mengetahui pertanyaan yang dilontarkan padanya kala itu adalah untuk mengetahui orientasi seksual dirinya. Jessica pun merasa dijebak dengan pertanyaan saat pemeriksaan dilakukan.

“Saya tidak terpikir itu pertanyaan untuk menjebak saya. Saya perjelas lagi, saya tidak tertarik pada wanita,” kata Jessica.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Sarlito, guru besar kelahiran Purwokerto ini menyebut Jessica kemungkinan menyandang orientasi seksual penyuka sesama jenis. Namun, hal tersebut perlu dikonfirmasi karena baru sebatas dugaan. Karena itu, wanita yang akrab dipanggil Jess ini mempertegas kembali dengan pernyataannya tersebut.

Yakin Tak Akan Beratkan
Sementara itu ketua kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, meyakini bahwa kesaksian ahli psikologi klinis Dr Sarlito tak akan memberatkan Jessica. Otto menilai, apa yang disampaikan Sarlito hanya sebuah penafsiran.

“Seperti dilihat bersama, dia kan akhirnya katakan, dia tidak bisa pastikan, bahwa semuanya kemungkinan,” kata Otto dalam persidangan di PN Jakpus, Kamis (1/9).

“Jadi dugaan kemungkinan dan diakui tak ada tafsir tunggal. Soal gerak-gerik itu dia kan awalnya berpendapat Jessica memasukan sesuatu, ternyata itu kan dulu. Setelah lihat perkembangan, betul atau tidak sianida, saya tak bisa pastikan. Pernyataan Sarlito tak masalah,” jelas Otto.

Profesor Sarlito sempat menyatakan bahwa jika ia awam, maka dia akan menyangka Jessica memang pembunuhnya. Menurut Otto, publik punya pertimbangan masing-masing.

“Pendapat awam di Indonesia kan sudah 60 persen menyatakan tidak bersalah dan 40 persen menyatakan bersalah. Jadi kalau orang mengambil keputusan itu setiap orang. Di keluarga kan ada berbeda. Bapak nyatakan bersalah, ibu tidak,” tutup Otto.

Jessica ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin. Mirna tewas usai meminum kopi yang telah dibubuhi zat sianida saat bertemu dengan Jessica dan Hani di Restoran Olivier, Grand Indonesia Shopping Towns, Jakarta, 6 Januari 2016 lalu.

Dalam kasus ini, jaksa penuntut umum (JPU) memberikan dakwaan tunggal terhadap Jessica dengan jeratan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.ā€ Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,ā€ kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)