KEMBALI DITANGKAP, AKTOR JUPITER FORTISSIMO MENYESAL – Poskota.co

KEMBALI DITANGKAP, AKTOR JUPITER FORTISSIMO MENYESAL

POSKOTA.CO – Aktor Jupiter Fortissimo kembali disidangkan terkait kasus penggunaan narkotika saat akan melakukan pesta narkoba di sebuah kamar hotel bersama lima temannya pada awal Mei 2016.

Dalam sidang lanjutan kasus narkoba Jupiter yang digelar Kamis (8/9) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, juga dihadiri kuasa hukumnya, Fransisca Indrasari, mengagendakan pembacaan dakwaan.

“Jupiter didakwa Pasal 112 penggunaan narkotika dan 127 sebagai korban penggunaan narkotika. Hukumannya bisa kurang dari empat tahun atau lebih dari lima tahun,” ujar Fransisca.

Jupiter dan kuasa hukumnya berdiskusi ketika jaksa penuntut umum telah selesai membacakan dakwaan. Aktor kelahiran 34 tahun silam ini, tidak memberikan komentar apa pun dari sidang kali ini.

“Pembacaan dakwaan sudah selesai dan minggu depan akan dihadirkan saksi-saksi dari jaksa penuntut umum pada saat penangkapan waktu di karaoke,” tambah Fransisca.

Sebelumnya Jupiter mengaku menggunakan narkoba karena depresi, hal tersebut diungkapkan kuasa hukumnya. Beberapa tahun belakangan ini Jupiter sudah tidak lagi banjir tawaran pekerjaan seperti dulu.

“Karena pada saat itu dia sepi job. Tapi depresinya bukan depresi berat hanya depresi ringan,” papar Fransisca.

Selain depresi, faktor pergaulan juga menjadi penyebab Jupiter konsumsi narkoba jenis sabu. Fransisca menganggap jika Jupiter terpengaruh temannya.

“Sebelumnya memang sudah pernah, tapi memakaianya memang baru dua tahun belakangan ini. Sebelumnya memang sudah tidak pernah pakai lagi, tapi karena teman-teman depresi pekerjaan dan lingkungan,” tukas Fransisca.

Sementara itu pemain film ‘Terowongan Casablanca’ itu pun kini hanya bisa menyesali perbuatannya. “Sekarang aku yang masuk ke dalam. Nggak ada yang tahu apa yang terjadi ke depan,” ungkap Jupiter usai sidang.

Selama beberapa bulan ditahan akibat kasus narkoba, Jupiter mengaku masih berkomunikasi dengan Sheila Marcia. Ia kerap berkeluh kesah dengan bintang ‘Hantu Jeruk Purut’ itu.

“Dia (Sheila) bilang dia cuma kaget. Aku mencoba untuk tertawa. Karena dia juga pernah ada di sana (penjara). Dan akhirnya di situ pecah tangis kita, dan ternyata nggak gampang seperti seorang Sheila Marcia,” ungkap Jupiter.

Jupiter dan Sheila sempat dekat tujuh tahun yang lalu. Sheila sendiri pernah ditimpa kasus narkoba, sama seperti yang dialami Jupiter sekarang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)