harmono 19/01/2016
Maha Guru Mr. Ching Hai
Maha Guru Mr. Ching Hai

POSKOTA.CO – Semua orang mengatakan kepada kita bahwa kita berada di surga, dan surga ada di sini dan sekarang; atau nirvana ada persis di depan hidung kalian, atau bahkan mungkin sudah ada di dalam hidung kalian. (Gelak tawa) Tapi, kita merasa sangat sulit menerima hal ini, karena kita ditutupi dengan kegelapan batin, dengan kebiasaan takut, serta pemikiran dan perasaan negatif.

Karena itu, kita tak dapat menyadari apa yang baik di mana saja atau pada saat ini! Dan kita akan selalu memiliki pemikiran prasangka tentang bagaimana mestinya kita dan apa yang mesti kita lakukan untuk mencapai surga.

Karena itu, kita meninggalkan surga. Begitu kita mengalihkan perhatian kita ke hal lain dan berpikir bahwa kita harus melakukan itu, melakukan ini agar dapat mencapai surga pada saat itu, kita memusatkan perhatian kita pada sesuatu yang bukan-surga, dan kemudian kalian meninggalkan apa yang sudah kalian miliki, atau apa yang sudah merupakan diri kalian.

KONSENTRASI

Biasanya kita melakukan itu dan itu sebabnya kita tak dapat merasakan bahwa kita berada di surga. Jadi, jika kalian berkonsentrasi dengan cara yang kalian lakukan di sini, cara yang baru saja disebutkan saudara kita bahwa energi di sini adalah baik; itu karena kalian berkonsentrasi,
kalian menyadari surga di dalam diri kalian atau surga yang sudah ada di sini – kapan saja, setiap saat.

Satu-satunya saat kita tidak mengalami surga terjadi ketika kita berkonsentrasi pada hal lain, yang bukan surga; misalnya: tetangga sedang melakukan apa atau sesuatu yang negatif di sekeliling kita. Tentu saja kita akan memperhatikan hal-hal ini, kecuali kita berada dalam
tingkatan di mana kita bahkan tak dapat memperhatikan apa pun.

Waktunya akan tiba bagi sebagian praktisi ketika kalian hanya mengalami surga dan tak ada lainnya, dan kemudian kalian bahkan mengabaikan fungsi tubuh kalian, keadaan mental kalian; kalian selalu berada dalam kebahagiaan. Dalam tingkatan seperti itu, seperti dalam kesadaran ekstrem, sebagian orang pingsan begitu saja, atau terbaring tanpa sadar tapi tetap
bernapas, dan kemudian juga tidak dapat merasakan fungsi tubuh.

Saya berusaha memberitahu kalian tentang sesuatu yang lebih tinggi daripada tubuh kalian dan lebih tinggi daripada hal-hal materi yang kalian risaukan pada saat ini. Berusahalah untuk naik dan jangan menyeret saya turun. Itulah tujuannya.

SAMADI

Ada orang lain dalam saat samadhi yang ekstrem, mereka hanya terbaring tanpa sadar, terkadang selama berbulan-bulan sampai terkadang tubuh memburuk keadaannya. Maka, mereka terbangun dengan penuh rasa kesakitan dan menyadari bahwa ini bukanlah caranya. Kemudian mereka memilih untuk bersikap moderat dan menempuh jalan tengah, cara yang ditempuh Sang Buddha. Begitulah cara mereka menangani kehidupan fisik lagi.

Jika tidak, kadang jika kalian terlalu terserap dalam kekuatan samadhi, dalam tingkatan realitas jiwa yang penuh kebahagiaan, maka kalian bahkan takkan ingat keberadaan tubuh kalian. Jadi, kalian tidak memberinya makan, kalian tidak memberikan tubuh kalian semua kenyamanan.

Tapi, selama kita masih ada di dunia ini, itu artinya kita masih ada dalam lingkaran ilusi triloka – itu artinya pikiran, tubuh, dan fungsi, juga perasaan – jiwa masih dibungkus dalam
tiga lapisan ini, kita mesti memberi makan tubuh ini agar dapat berfungsi dan memenuhi kewajiban kita di dunia ini. (bersambung)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*