SUPLEMEN KALSIUM BERISIKO BAGI JANTUNG – Poskota.co

SUPLEMEN KALSIUM BERISIKO BAGI JANTUNG

HARIANTERBIT.CO – Kalsium penting untuk kesehatan tulang, dan kita sering mendapatkannya dari produk makanan seperti susu atau keju. Bagi mereka yang kekurangan kalsium, bisa berisiko terkena pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Untuk mengatasi hal tersebut, disarankan agar perbanyak mengonsumsi produk susu atau suplemen kalsium. Namun harap hati-hati jangan berlebihan, karena analisis studi terbaru menemukan overdosis suplemen kalsium malah dapat merusak jantung.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasi di Journal of the American Heart Association menerangkan, analisis 10 tahun dari 2.700 pasien menunjukkan ada kaitan antara konsumsi suplemen kalsium dengan aterosklerosis (penumpukan plak di arteri).

Salah seorang peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine dr Erin Michos mengatakan, studi menambah bukti bahwa orang-orang tetap harus berkonsultasi ketika mengonsumsi suplemen. Hal ini berlaku untuk suplemen yang diketahui bisa memiliki efek samping.

“Ketika menggunakan suplemen vitamin atau mineral, terutama kalsium untuk kesehatan tulang, banyak di antara kita percaya bahwa semakin banyak berarti semakin baik. Tapi studi kami menambahkan bukti bahwa kalsium berlebih dalam suplemen dapat merusak jantung dan sistem kardiovaskular,” jelas dr Erin dilansir dari siaran pers EurekAlert, Sabtu (15/10).

Orang-orang yang mengonsumsi kalsium lebih tinggi dari 1.400 miligram per hari dari suplemen ditemukan dalam studi memiliki risiko 22 persen lebih tinggi aterosklerosis dibandingkan populasi umum. Menariknya bila kalsium diperoleh dari makanan, risikonya justru turun jadi 27 persen lebih rendah.

“Jelas ada suatu perbedaan di sini terkait bagaimana tubuh merespons kalsium dari suplemen versus dari makanan. Mungkin saja karena suplemen mengandung garam kalsium, atau mungkin juga karena tubuh tak bisa mengelola dosis besar sekaligus,” komentar ahli nutrisi Profesor John Anderson dari University of North Carolina. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_810" align="alignleft" width="300"] Effendi Gazali[/caption] POSKOTA.CO - Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali melayangkan protes ke Mahkamah Konstitusi meminta penjelasan atas ketidakkonsistenan dan memiliki sikap berbeda dalam mengadili suatu perkara. Dalam surat itu, Effendi meminta penjelasan tentang permohonannya terhadap pelaksanaan Pemilu Serentak yang membutuhkan waktu satu tahun lebih. Dia mengungkapkan bahwa pengujian Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden itu didaftarkan Effendi pada 10 Januari 2013 dan baru diputus 23 Januari 2014. Sementara, saat menguji Undang-Undang nomor 4 tahun 2014 tentang Penetapan Perppu nomor 1 tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas UU Mahkamah Konstitusi, MK hanya membutuhkan waktu 37 hari. "Putusan Mahkamah Konstitusi No 1PUU-XII/2014 dan 2/PUU-XII/2014 dibacakan setelah 37 dan 50 hari sejak pendaftaran perkara, sedangkan Putusan PUU kami nomor 14/PUU-XI/2013 dibacakan setelah 1 tahun 13 hari (378 hari) sejak pendaftaran perkara," ungkap Effendi, dalam suratnya. Effendi juga memprotes dasar pertimbangan yang digunakan, yakni saat mengadili UU MK, mahkamah mempertimbangkan perlu segera memutus perkara karena terkait dengan agenda ketatanegaraan Tahun 2014, yaitu pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD provinsi/kabupaten/kota, serta pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden. Namun, lanjutnya, dalam mengadili UU Pilpres yang diajukan Effendi, MK tak menggunakan pertimbangan serupa. Oleh karena itu, Effendi dalam suratnya mempertanyakan, apakah konstitusionalitas dalam penyelenggaraan Pemilu 2014 kalah penting dibandingkan dengan potensi sengketa hasil pemilu yang akan ditangani oleh MK. Effendi mengharapkan respon secepatnya dari MK, jka sampai 14 hari tidak mendapatkan respon, maka dia mengancam akan melaporkan masalah ini ke Dewan Etik MK. djoko-antara