harmono 26/12/2018

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

SELFIE seolah menjadi hobi baru bagi banyak kalangan. Betapa bangga dan bahagia bisa selfi. Tulisan ini bukan mengritik kaum selfie, tetapi untuk menunjukkan selfie yang bukan dosa bisa dijadikan berbagai dokumentasi bahkan kajian untuk menemukan sesuatu yang baru.
Misalnya dalam bekerja membuat laporan secara selfie bukan dosa, bukan dilarang, tetapi mari kita kaji apa yang kita laporkan.

Tatkala dihubung-hubungkan apa hasilnya? Adakah yang terbarukan? Adakah solusinya. Dalam melihat sesuatu inputing data menjadi sangat penting. Melaporkan juga merupakan inputing data. Ini yg mestinya menjadi habit bagi para petugas di bidang apa saja. Di dalam proses membangun big data berbagai inputing data menjadi basis terwujudnya.

Data tidak akan menjadi sesuatu tatkala tidak dipikirkan secara konseptual ataupun teoritikal (dianalisis). Setelah selfie semestinya meningkat menjadi memotret informasi atau data dan menganalisisnya. Kemampuan menganalisis data ini yang akan menjadikan data-data mampu berbicara atau mampu menunjukkan prediksinya, antisipasi sebagai solusinya.

Kepekaan dan kepedulian akan data perlu ada tim collector yang mengompulirnya dan mengategorikannya. Data-data yang telah dikategori dihubung-hubungkan sebagai proses analisis. Menghubung hububgkan ini merupakan proses berpikir bahkan mengimajinasi melihat sesuatu yang ada di balik gejala atau fakta, bahkan mampu melihat masa depan yang belum terjadi. Semakin peka, semakin menyadari data menjadi kekuatan era digital proses inputing data dapat dibantu aplikasi-aplikasi IT. Dengan sistem IT, data yang masuk mampu ditunjukkan secara realtime dan ontime. Demikian halnya proses analisisnya dapat dilakukan dalam sistem analitik yang bisa dipasang pada penginput data, maupun pada back office.

Berpikir di era digital bisa dibantu sistem-sistem IT yang terhubung atau online dengan sistem-sistem aplikasi yang canggih, yang mampu menunjukkan tren dan berbagai indeks penilaian atau standar-standar yang telah ditentukan. Sistem apkikasi juga mampu menyimpulkan bahkan menunjukkan prediksi-prediksi jangka pendek, sedang maupun panjang yang menjadi road map. Sistem-sistem di era digital merupakan suatu revolusi berpikir dan pendekatan dari berlari di labirin menjadi cara berpikir helicopter view. Era digital yang saling terintegrasi merupakan habitus baru untuk sadar dan peduli data. Karena tanpa data we cant doing anything. Data yang tidak dianalisis ibarat sampah. Garbage in maka akan garbage out juga. Selfie yes mikir oke. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*