Djoko Waluyo 22/09/2015

walhi1POSKOTA.CO – Selama beberapa minggu, seorang rekan bhikkhu mengajar meditasi di sebuah penjara baru dengan tingkat pengamanan yang sangat ketat di dekat Perth. Sekelompok kecil narapidana telah mengenal baik dan menghormati sang bhikkhu. Di akhir sebuah sesi, mereka mulai bertanya mengenai rutinitas kesehariannya di vihara.

“Kami harus bangun jam 4 pagi setiap hari,” katanya. “Kadang-kadang terasa sangat dingin karena kamar kami yang kecil tidak memiliki penghangat ruangan. Kami hanya makan satu kali sehari, semuanya dicampur-aduk dalam satu mangkok. Selewat tengah hari dan pada malam hari kami tidak makan apa pun. Dan tentu saja, tidak boleh berhubungan seks atau minum minuman
beralkohol.

Kami juga tidak punya televisi, radio ataupun musik. Kami tidak pernah nonton film, juga tidak berolahraga untuk kesenangan. Kami berbicara sedikit, bekerja keras dan melewatkan waktu luang dengan duduk bersila mengamati napas. Kami tidur di atas lantai.”

PARA napi tertegun mengetahui kesederhanaan kehidupan membiara kami. Kalau diperbandingkan, itu membuat penjara mereka seperti sebuah HOTEL berbintang lima. Bahkan, seorang napi begitu tergerak simpatinya atas merananya si bhikkhu sahabatnya ini sampai dia lupa di mana dia berada dan berkata:
“Ngeri amat tinggal di viharamu. Kenapa kamu tidak pindah ke sini dan tinggal bersama kami saja?”

Si bhikkhu bercerita kepada saya, semua yang ada di ruangan tertawaterbahak-bahak!. Begitu pula saya ketika dia mendengar cerita kejadian itu. Lalu saya mulai merenungkannya dengan mendalam.

Memang benar vihara saya jauh lebih sederhana daripada penjara terketat untuk para terpidana, namun banyak yang datang dengan kemauan sendiri dan berbahagia di sini. Sementara begitu banyak yang mencoba kabur dari penjara yang lebih nyaman dan tidak berbahagia di sana. Mengapa?
Itu karena, di vihara saya, penghuninya ingin berada di sana; di penjara, penghuninya tidak ingin berada di sana. Itu bedanya.borgol2

Saat anda tidak ingin berada di suatu tempat, di manapun itu, senyaman apapun, itu adalah sebuah penjara bagi Anda. Inilah arti sesungguhnya dari kata “penjara” -situasi apa pun di mana anda tidak ingin berada. Jika Anda ada dalam pekerjaan yang tidak Anda inginkan, berarti Anda berada dalam penjara.

Jika Anda ada dalam sebuah hubungan yang tidak Anda inginkan, Anda berada dalam penjara. Jika Anda sedang sakit dan terperangkap di dalam tubuh menyakitkan yang tidak Anda inginkan, itu pun penjara buat Anda. Penjara adalah situasi apa pun di mana Anda tidak ingin berada di dalamnya.

Lalu bagaimana caranya untuk dapat bebas dari berbagai penjara kehidupan?
Gampang. Ubah saja persepsi anda tentang situasi sekarang menjadi “ingin berada di sana”. Walaupun berada di San Quentin (NB: sebuah penjara tempat hukuman mati), atau yang sedikit lebih lumayan, vihara saya, kalau anda ingin berada di sana, maka itu tidak lagi menjadi penjara bagi Anda.
Dengan mengubah persepsi Anda terhadap pekerjaan, hubungan, tubuh yang sakit, dan dengan menerima situasinya alih-alih menolaknya, maka itu tidak lagi terasa seperti sebuah penjara. Saat Anda menerima untuk berada di sana, Anda telah bebas.

Kebebasan adalah merasa puas di mana pun Anda berada. Penjara adalah menginginkan berada di tempat lain. Dunia yang bebas adalah sebuah dunia yang dialami orang seseorang! yang puas. Kebebasan sejati adalah kebebasan dari hasrat, bukannya kebebasan untuk berkeinginan.
Oleh Ajahn Brahm.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :