Djoko Waluyo 18/07/2015

POSKOTA.CO – Pada zaman dahulu, di Tiongkok, ada seorang raja yang menggantikan ayahnya dan memerintah sebuah negara yang sangat, sangat besar. Kalian tahu seberapa besarnya Tiongkok. Pada zaman dahulu, sebagian besar Asia milik mereka. Jadi, itu pasti sangat besar.

Namun demikian, meski dia memerintah negara yang sangat, sangat besar, pengetahuannya sangat, sangat kecil (Guru dan semua tertawa). Itu cara yang sopan untuk menyatakannya. Jika tidak, kalian mengatakannya dengan blak-blakan seperti ucapan orang Amerika, “Dia bodoh, dia idiot; dia dungu.”
ch4
Tapi di zaman dulu, terutama di Tiongkok, jika kalian bilang sang raja bodoh, kalian tahu apa yang terjadi dengan kepala kalian? (Guru dan semua tertawa) Maka, tak ada yang berani mengatakan apa-apa tentang raja yang bodoh ini; dan kebetulan dia juga menikah dengan seorang puteri yang sangat cantik – tapi sesuatu akan menarik sesuatu yang sama – sangat idiot (Guru dan semua tertawa).

Jadi, keduanya adalah pasangan yang sangat, sangat serasi; dan mereka hidup sangat bahagia bersama. (Guru dan semua tertawa) Itu bisa kita terka, iya kan? Kita tidak begitu bodoh. Maka, keduanya hidup bahagia bersama dan memerintah kerajaan yang besar itu.

Dari pernikahan ini, lahirlah seorang puteri yang amat sangat cantik. Tak ada anak lain yang sebegitu cantiknya. Maka, orang-orang menamainya Puteri “Gloria” karena kecantikannya sangat gilang-gemilang (glorious).

Dan dia adalah seorang anak perempuan yang sangat baik. Tapi sayangnya, sang raja dan ratu sangat dungu, bukannya merasa bahagia dengan anak kecil yang sangat cantik, sangat gilang-gemilang, dan sangat cerdas ini, mereka sangat kecewa dan sangat “traurig” (Guru mengucapkan kata dalam bahasa Jerman ini dan tertawa) – sangat tidak senang dan berkata satu sama lain, “Oh Tuhan, lihatlah anakku, dia sangat kecil, kakinya hanya sepanjang itu, tangannya begitu pendek, dan dia tak punya rambut.” Bayi kebanyakan mirip biksu (Guru dan semua tertawa), seperti saya sebelum dan sesudah (Guru tertawa). Maka, mereka selalu mengeluh setiap hari.ch5

Mereka berkata, “Anakku tidak tumbuh besar. Ia abnormal. Tidak seperti semua orang lain di sekitar kita – begitu kecil, tak berdaya, tak bisa melakukan apa-apa, tak bisa bicara, tak bisa makan, tak bisa berjalan, tak bisa membaca buku, tak bisa menyanyi, tak bisa bercakap-cakap, tak bisa menonton TV, tak bisa berenang, dan tak bisa melakukan apa pun.

Maka, raja dan ratu sangat kecewa dan sangat tidak bahagia, dan mereka berpikir bahwa anak itu semacam fenomena buruk atau utusan si jahat, semacam pertanda buruk bagi mereka. Maka, mereka berpikir untuk menyingkirkan anak itu karena mereka berdua tak pernah berhubungan dengan orang lain di luar istana, dan semua orang yang melayani mereka adalah orang dewasa. Mereka tak pernah pergi ke manapun di luar istana.

Mereka tidak membaca buku-buku. Mereka tidak tahu apa pun. Mereka berdua benar-benar idiot, karena itulah mereka sangat kecewa dengan anak itu. Karena mereka tidak pernah melihat anak seperti itu sebelumnya dalam hidup mereka – mereka tinggal di istana yang tertutup dan mereka tidak tahu apa pun lainnya selain istana. Maka, mereka berpikir bahwa anak itu semacam hewan yang abnormal.

Maka, setiap pejabat di istana berusaha sebaik-baiknya untuk menjelaskan kepada raja dan ratu bahwa bayi memang begitu adanya, tapi mereka tidak mendengarkan; dan mereka ingin menyingkirkan hal jahat ini. Tapi, semua orang berkata, “Tenanglah, mungkin kita bisa lakukan sesuatu, ya?” Semua pejabat di istana berkata, “Mohon pertimbangkan. Kami akan berusaha.

Mungkin ada sesuatu yang bisa kami lakukan, jadi tunggulah.” Maka, raja berkata, “Tidak! Aku akan bunuh anak ini atau menyingkirkannya kecuali dia tumbuh besar; kecuali dia akan menjadi seperti kami. Jika tidak, aku akan membunuhnya.”
(bersambung)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*