Djoko Waluyo 21/07/2015

POSKOTA.CO – Maka, akhirnya raja dan ratu memerintahkan agar semua tabib di negara itu, dan bahkan di negara-negara tetangga, datang ke istana untuk menyembuhkan sang puteri dan membuatnya tumbuh besar dengan cepat. “Mungkin dia sakit; jika dia normal maka dia sakit,” itulah yang mereka pikirkan. Maka, semua tabib datang dan menenangkan temperamen raja dan ratu yang sangat buruk. Tapi, raja dan ratu tidak tahu apa-apa; sangat bodoh.

Raja berkata, “Hari ini, dalam waktu sejam, aku akan menyuruh orang untuk membunyikan genta.” Genta yang besar. Dia akan menyuruh orang untuk membunyikan gong sebanyak tiga kali dalam waktu sejam. Maka, semua tabib harus memikirkan suatu cara untuk membuat sang puteri berubah dan tumbuh besar, menjadi normal; jika tidak, mereka akan membunuh sang puteri dan membunuh para tabib itu juga. Raja di zaman dulu adalah Tuhan; meskipun Tuhan yang idiot.
CH
Maka, semua orang sangat… gemetar karena ketakutan. Namun demikian, tak seorang pun bisa memikirkan cara untuk melakukannya karena para tabib hanya digunakan untuk menyelamatkan orang dan menyembuhkan penyakit orang, tapi tak bisa membuat seorang anak tumbuh besar dalam waktu sejam.

Mereka berusaha untuk menjelaskan dengan sangat sabar kepada raja dan ratu, tapi raja dan ratu tak ingin menerima jawaban “tidak”. Dia berkata, “Aku adalah raja. Apa pun yang aku katakan harus dilaksanakan atau kalian mati.” “Laksanakan atau mati.” Maka, tak ada yang bisa mengatakan apa-apa.

Akhirnya, bunyi gong yang terakhir terdengar, dan raja dan ratu keluar diapit para pengawal yang membawa pedang berkilauan, yang sudah dicabut dan siap untuk membunuh. Wah, setiap orang terpaku ketakutan, dan raja menanyakan apakah ada yang sudah memiliki jawaban untuk penyakit dan ketaknormalan sang puteri.

Tak ada yang punya jawaban. (Guru dan semua tertawa) Maka, dia siap untuk membunuh. Dia berkata, “Baiklah, aku akan memanggil Maha Guru Ching Hai (Guru dan semua tertawa) Berdoalah bagi diri kalian dan lima generasi kalian dan kemudian kalian akan mati.”

Namun demikian, Maha Guru Ching Hai tidak ingin menerima panggilan semacam itu, maka Dia pergi ke Himalaya (Semua tertawa). Kemudian, setiap orang bersiap untuk mati karena tak ada lagi yang bisa mereka lakukan. Tapi, pada menit terakhir, ada seorang tabib dari baris terakhir di sana berkata, “Saya punya sesuatu. Saya punya solusi, jangan bunuh dulu.” Oh, raja merasa sangat gembira.

Dia berkata, “Ya, apa kubilang, pasti ada sesuatu yang bisa dilakukan. Tak masalah.” Maka, setiap orang mendengarkan apa yang tabib itu katakan. Sang tabib berkata, “Yah, saya tahu semacam obat yang bisa membuat sang puteri menjadi normal ukurannya seperti yang Anda inginkan.” Maka, raja berkata, “Cepat katakan.

Berapa banyak kue dan permen berkah yang engkau inginkan, tak masalah.” (Guru dan semua tertawa) Dan sang tabib berkata, “Oke, untuk sementara saya sebut obat ini, Obat Waktu.” “Untuk membuat obat ini, kita perlu 454 jenis bahan, dan 3.571 jenis esens dan wangi-wangian; dan ini adalah obat yang luar biasa.

Obat ini sangat langka sehingga tak ada orang yang tahu, tapi…” dan raja sangat cemas dan berkata, “Tapi apa?” Sang tabib, saya pikir, dia butuh waktu. Sang tabib perlu mengulur waktu untuk membuat obat ini. Selain itu, saya kira dia sedang gemetar, ya? Misalnya, dia berbicara dengan lambat.

Lalu sang tabib berkata, “Yah, saya khawatir karena begitu banyaknya bahan yang diperlukan untuk obat ini, kita tak bisa mendapatkannya dalam satu hari. Itu perlu waktu sangat lama (Guru dan semua tertawa).” Bagus sekali, sangat pintar. Lalu raja berkata, “Tapi, engkau tahu aku adalah raja.

Apa pun bisa dijadikan mungkin, katakan saja apa yang engkau butuhkan. Kami akan menyuruh orang untuk pergi dan menemukannya.” Sang tabib berkata, “Oh, Paduka, kekuasaan Anda diketahui semua orang dan Anda bisa melakukan banyak hal, tapi untuk mendapatkan bahan semacam ini di alam semesta tidak cukup dengan kekuasaan raja, karena di antara bahan-bahan ini ada beberapa hal yang belum tersedia.ch3

Misalnya, satu bahannya dinamakan ‘Tahun dan Bulan’ (Guru dan semua tertawa).” “Bahan itu, ‘Tahun dan Bulan’ – dua tahun hanya bisa menghasilkan satu bunga yang mekar… Dan Anda harus menunggu empat hari kemudian dan kemudian, pada pukul 12, satu menit, dua detik untuk mendapatkan bunga itu; jika tidak, obat itu tak ada gunanya.”

Misalnya, seperti itu. Dia mengatakan segala hal omong kosong. Saya bisa mengucapkannya sendiri. Jadi, saya tak perlu membaca buku ini. “Dan itu harus dikerjakan pada musim dingin.” Saya kira dia hanya berusaha untuk membuatnya jadi sulit karena toh sang raja sangat bodoh.

Apa pun yang dia katakan, oke saja. Raja tak tahu perbedaannya. Lalu dia berkata, “Ada satu bahan lagi, lebih penting daripada bahan yang itu. Ada satu bahan lagi yang dinamakan ‘Kesabaran’. Ini bahkan lebih sulit ditemukan (Guru tertawa).

Ia hanya tumbuh di Himalaya; dan setiap enam tahun, salju hanya meleleh satu kali dan kita harus menunggu selama 6 bulan, 6 hari, 6 jam, dan 6 detik di musim panas di tahun keempat, dan kemudian kita bisa mendapatkannya; misalnya, seperti itu.

Maka, jika Anda ingin semua bahan ini bekerja, kita harus melakukan persis seperti yang diresepkan dalam buku medis; jika tidak, itu hanya menyia-nyiakan waktu dan sang puteri tak bisa disembuhkan dari ketaknormalannya.”(bersambung)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*