harmono 05/10/2017
Brigjen Pol Crisnanda Dwi Laksana

HARIANTERBIT.CO – Passion masyarakat sadar wisata adalah menemukan dan mewujudkan kenyamanan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tatkala membahas masyarakat sadar wisata (masdarwis) kebanyakan menyimpulkan bisnis pariwisata.

Melihat sesuatu yang inspiring langsung dituding bisnis dan sebatas mencari uang atau untung. Orientasi-orientasi untung-rugi bukanlah passion masdarwis. Tatkala hanya untung-rugi, maka bisa saja dalam proses atau implementasinya justru mengabaikan atau merusak sisi kemanusiaan atau sisi melestarikan atau sisi melanjutkan suatu tradisi atau kebudayaan.

Pada umumnya, melihat sesuatu diarahkan pikiran dan segala dayanya mencontek atau menjiplak atau mengekor agar bisa seperti itu, dan sebagainya. Tatkala membicarakan lukisan yang palsu/fake, maka sebaik atau sebagus apa pun tiada nilai seninya. Pertama, karena tidak jujur, memalsukan ibarat tidak ada nyali menjadi penemu. Kedua, melakukan sesuatu yang tercela dan menyesatkan.

Demikian juga dapat dilihat pada analogi plagiat. Segala sesuatu tatkala mengekor dan menjiplak, maka apa yang dilakukan tidak akan pernah sampai pada keutamaannya. Membangun masdarwis adalah membangun keutamaan. Karena masdarwis untuk memanusiakan manusia agar semakin manusiawi.

Membangun masdarwis diperlukan ketulusan dan keberanian dengan keutamaan. Yang berarti membangun masdarwis adalah proses perjuangan bahkan pengorbanan. (*)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :