taher 15/02/2016

02 nurPOSKOTA.CO – ANDA ingin berhasil? Ingin menikmati hidup? Anda selalu ingin tumbuh? Bila jawabannya ya, maka Anda perlu mengenali siapa musuh Anda. Musuh terbesar ternyata bukan dari luar diri Anda. Musuh terbesar itu ada di dalam diri Anda. Dia bisa mengikuti kemanapun Anda pergi. Maka kenalilah agar Anda bisa memenjarakan musuh sejati Anda.

Musuh pertama bernama alasan. Cobalah perhatikan kehidupan orang-orang yang hidup di atas Anda. Pasti mereka semua menghindari alasan. Mereka lebih fokus pada peluang dan solusi dari berbagai kejadian yang ada di dalam hidup.

Alasan ini terkadang datang dalam bentuk pembenaran-pembenaran. Misalnya, “ya wajarlah dia sukses, sebab semua fasilitas tersedia. Sementara saya hidup dalam keterbatasan. Sudah bisa hidup begini saja sudah Alhamdulillah”.

Ucapan itu terlihat benar dan bijak. Padahal terkandung alasan yang melemahkan. Ketahuilah, alasan itu mematikan krativitas, membuat pikiran buntu dan membuat hidup Anda semakin kalah dan terpuruk.

Musuh kedua bernama takut gagal. Apakah tidak boleh takut? Boleh dan sangat dianjurkan untuk takut kepada Allah SWT. Takut berbuat maksiat, takut makan gaji buta dan lain-lain. Namun Anda tidak boleh takut gagal. Mengapa? karena gagal itu pasangan sejatinya sukses.

Tak ada orang sukses yang tidak pernah gagal. Bahkan setiap kita pasti punya jatah gagal, dan habiskanlah selagi muda.

Jangan sampai kegagalan malah datang ketika kita sudah tak bertenaga lantaran dimakan usia. Jadikanlah gagal menjadi pelajaran dalam kampus kehidupan.

Musuh ketiga bernama ‘entar’ alias malas dan menunda-nunda pekerjaan. Saat orang tua meminta tolong dengan ringan, Anda menjawab ‘entar’. Begitupun saat teman meminta tolong. Saat ada pekerjaan di depan mata, pun terucap demikian.

Jika kalimat demikian sudah meluncur dari mulut Anda, maka musuh kehidupan mengalahkan Anda. Segeralah sadar, lawan dan penjarakan musuh Anda tersebut.

Musuh kehidupa itu banyak, namun tiga hal tersebut adalah pemimpinnya. Segera kalahkan jika Anda ingin hidup di atas rata-rata dan tidak tersandera dengan kehidupan dunia.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*