harmono 25/09/2017

 

Brigjen Pol Crisnanda Dwi Laksana

POSKOTA.CO – Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi membuat dunia keluar dari labirin ruang dan waktu. Kapan saja, di mana saja, siapa saja dapat menunjukkan jati dirinya. Dapat mmbangun dari tingkat lokal untuk membahana di tingkat global.

Di dalam membangun masyarakat sadar wisata (masdarwis) apa yang dilakukan pada tingkat lokal dapat menggelora menembus ruang dan waktu ke seluruh penjuru dunia. Real time dapat ditunjukkan apa bagaimana dan mengapa menjadi suatu keunggulan.

Di sinilah kemampuan mengemas memaknai dan memarketingkan sangat menentukan. Tatkala ada ikon-ikon yang dijual, dan ada tokoh-tokoh yang menyampaikan, maka trust akan menjadi bagian dari masdarwis. Kepercayaan inilah kunci utama bagi masdarwis. Jujur tulus keramahtamahan peka dan peduli akan semakin membuat suasana manusiawi.

Masdarwis bukan sekadar bisnis melainkn upaya semakin manusiawinya manusia. Cara apa saja bisa dilakukan dengan konsep rukun dan antipremanisme. KKN juga menjadi biang dari masdarwis menjadi masmodaryowis.

KKN harus dikikis, dan membangun masdarwis tidak lagi parsial, manual dan konvensional, karena di era digital ilpengtek (ilmu pengetahuan teknologi) menjadi basisnya. Dengan sistem-sistem memberdayakan media sosial dan potensi yang ada akan membuka sekat-sekat ruang dan waktu. Masdarwis harapan sekaligus tantangan dalam mencerdaskan kehiduoan berbangsa dan bernegara. (*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :