Djoko Waluyo 02/06/2016
ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Ada dua orang di dalam diri kita: satu adalah orang yang baik, yang lain adalah orang yang jahat. Sang ular adalah orang jahat dalam diri kita. Kita tahu bahwa kita seharusnya tidak melakukan sesuatu, tapi kita tetap membiarkan itu terjadi – dengan ceroboh, atau bahkan dengan sengaja –
karena kita tak punya cukup kebijaksanaan atau penilaian yang baik.

Karena itu, kita harus memeriksa diri kita setiap hari agar dapat mengetahui apa yang diminta pikiran kita. Apakah itu benar-benar perlu, atau hanya dibesar-besarkan saja? Sesuatu untuk menghabiskan waktu kita yang sebaliknya dapat digunakan untuk memikirkan apa yang benar-benar kita perlukan? Kadang saat kita belanja bahan pangan, kita terpikat iklan di luar toko-toko dan melupakan hal-hal penting yang harus kita beli sebelum kita tiba di toko bahan pangan yang kita tuju.

Kita keluyuran di sana dan membeli ini dan itu. Kemudian kita mungkin kehabisan uang, toko bahan pangan itu mungkin tutup, atau kita mungkin melupakan semua itu. Jadi, kita akhirnya pulang dengan banyak barang yang tak berguna, dan kita tak bermaksud membeli satu pun barang itu.

Sekarang kalian telah membaca cerita ini, kalian dapat memahami mengapa ada orang yang memperlakukan kita dengan buruk meski kita bersikap sangat baik kepada mereka. Bahkan Tuhan tidak bisa memuaskan hati manusia, bagaimana kita bisa? Seperti itulah manusia.

KITA HARUS INGAT

Jadi, kita harus mencegah diri kita agar tidak menjadi seperti itu. Kita harus ingat cerita ini dan mengingatkan diri kita agar tidak menjadi orang semacam itu. Tapi, itu sangat sulit, karena kita sangat mudah membuat kesalahan dan kita suka mendengarkan “ular”. Tak ada orang yang lebih buruk daripada mereka yang bermanis-manis.

Itu sebabnya kami, orang Aulac, takut kepada orang yang manis. Berhati-hatilah jika ada orang bermanis-manis kepada kalian. Gula dan permen tidak membawa kebaikan bagi kita. Gula merusak semua vitamin yang kita makan – demikianlah saya diberitahukan.

Jadi, sekarang kalian mengerti mengapa mereka yang mengonsumsi banyak gula; atau memasukkan banyak gula dalam kopi mereka, terlihat sangat gelisah – karena mereka tak memiliki cukup vitamin. Selain itu, terlalu banyak gula akan menyebabkan kerusakan gigi.

MENJADI GEMUK

Hal yang manis tidak membantu kita. Kita akan menjadi gemuk, mendapat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung jika kita makan terlalu banyak kue. Itu adalah penyakit yang fatal. Jadi, hal-hal manis tidak baik sama sekali, demikian juga kata-kata manis.

Tapi, seluruh dunia menyukai yang manis. Itulah masalahnya. Jika kata-kata ular itu tidak begitu manis, Hawa yang bodoh mungkin takkan makan buah itu. Tapi, karena kata-kata ular itu manis, Hawa mempercayainya dan makan buah itu; lalu menyeret jatuh suaminya juga.

Karena cerita ini, orang percaya bahwa perempuan itu seperti ular, karena mereka semua menggoda laki-laki. Saya tak berani mengatakan bahwa itu salah, tapi siapakah
penggoda yang semula? (bersambung)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :