KISAH ADAM DAN HAWA bag-7 – Poskota.co

KISAH ADAM DAN HAWA bag-7

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Selama beberapa jam pertama, kalian tak sadarkan diri. Setelah kalian sadar, kalian akan menemukan banyak slang di seluruh tubuh kalian. Itu kekacauan yang menyiksa. Selain itu, kalian mungkin belum pulih sepenuhnya.

Penderitaan berlanjut, karena kalian harus berlatih selama beberapa jam setiap hari. Tak ada apa pun yang simpel atau gratis di dunia ini.
Sepertinya tawaran Tuhan lebih mudah. Dia menciptakan seluruh Taman Eden
hanya untuk mereka berdua, kecuali satu pohon.

Namun, mereka malah mengambil itu. Itu artinya manusia tak pernah merasa puas, tak peduli berapa banyak yang telah diberikan kepadanya. Jadi, jika ada orang memperlakukan kalian dengan buruk atau meninggalkan kalian, jangan
selalu berpikir bahwa kalian pasti telah melakukan suatu kesalahan.

Mungkin saja orang lain itu memiliki hati yang tak pernah puas, menuntut
terus-menerus. Pernahkah kalian perhatikan bahwa pikiran kita sungguh
buruk? Ia terus-menerus mengganggu kita sepanjang hari.

Ketika kita sudah puas dengan satu hal, ia berkata, “Tidak, aku juga menginginkan yang itu.” Karena itu, kita selalu sibuk dengan banyak hal. Itu sebabnya kita harus memeriksanya dan memiliki diari rohani.

Kita harus mengawasi dengan ketat untuk melihat apakah ia sungguh memerlukan sesuatu. Jika tidak, jangan menurutinya. Semakin kalian berikan, semakin ia menuntut dan semakin sibuk diri kalian, meski kita mungkin tak pernah memahami apa yang membuat kita sangat sibuk.

Misalnya, kalian mungkin telah mengumpulkan banyak barang di rumah kalian, yang tidak kalian gunakan bahkan sekali saja dalam setahun. Kadang itu hanya digunakan sekali setelah kalian membelinya, dan kemudian dilupakan selamanya. Ada banyak barang seperti itu. (bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.