KISAH ADAM DAN HAWA bag-5 – Poskota.co
Saturday, September 23

KISAH ADAM DAN HAWA bag-5

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Jika kalian tidak seagung Tuhan, memangnya kenapa? Sudah cukup baik dapat tinggal di Eden. Setiap hari, kalian memiliki cukup makanan dan pakaian. Kalian memiliki apa saja yang kalian inginkan, tapi kalian
masih ingin menjadi Tuhan.

Untuk apa? Kita, manusia, selalu memiliki ego yang menyusahkan ini. Kita ingin menjadi raja, yang tertinggi dan yang terbaik. Itu sebabnya kita telah ditipu ke dalam dunia yang hiruk-pikuk ini.

Kita mencari banyak uang agar menjadi lebih kaya daripada orang lain; kita memakai banyak riasan agar terlihat lebih cantik daripada orang lain; kita juga membeli baju mahal agar terlihat lebih baik.

Semua orang berlomba satu sama lain. Semakin baik diri kita, semakin keras
kita berlomba karena sepertinya selalu ada seseorang di depan kita tak
peduli seberapa pun baiknya kita. Cerita alkitab ini tak hanya mengenai
sebutir buah; cerita ini mengandung ajaran moral.

Para guru pengajar masa lampau, karena takut mendapat masalah, mereka tak berani mengatakan apa-apa secara langsung, jadi mereka menggunakan berbagai cerita perumpamaan agar dapat menyampaikan gagasan kepada orang-orang.

Jika kalian membaca buku ini, “Cerita Alkitab”, itu semua yang kalian
butuhkan. Buku ini memilih beberapa cerita yang baik. Baik, tapi simpel.
Bahkan anak-anak dapat memahaminya.

Bahkan dengan membaca cerita ini, kalian dapat merasakan betapa mengerikan dan merepotkan bagi orang masa silam untuk menekuni latihan rohani. Umumnya, mereka menjadi sasaran iri hati dan mereka berada dalam ancaman ditangkap atau dibunuh.

Para praktisi rohani pasti lebih baik, lebih bijaksana, lebih cerdas, dan lebih berbakat daripada orang biasa dalam segala hal, jadi mereka menjadi sasaran iri hati dan terancam bahaya. Hanya dengan membaca Alkitab, kalian akan tahu betapa sulit untuk berlatih rohani di masa lampau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.