KISAH ADAM DAN HAWA bag-11 – Poskota.co

KISAH ADAM DAN HAWA bag-11

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Sesungguhnya, tak ada kondisi iklim ekstrem di Bumi kita. Tak ada musim panas yang panas dan musim dingin yang dingin. Mungkin ada hujan, tapi tidak begitu menyusahkan. Iklim kita dulu lebih menyenangkan. Ada hari yang cerah dan hari yang berhujan, tapi hujan turun hanya jika diperlukan.

Tidak begitu dingin dan lembab, dan akan kering saat matahari keluar. Musim panas tidak begitu panas. Iklim kita sekarang akibat dari perang yang kita lakukan terhadap Surga. Kita tidak mendengarkan Tuhan, dan ingin menantang para malaikat setelah kita baru saja belajar beberapa hal.

Karena itu, mereka menghancurkan sistem senjata kita dengan senjata lain yang kuat, dan mengurung kita di sini. Itu sebabnya kita tak bisa keluar dari tiga alam. Para malaikat memasang lapisan pelindung di sekeliling Bumi kita, seperti mantra gaib yang menahan Raja Kera. Kita dipenjarakan oleh kendali tak kasatmata.

Setiap saat, para makhluk di Surga mengamati kita, dan mereka takkan mengizinkan kita untuk menyokong gagasan revolusioner seperti dulu kita lakukan! Itu sebabnya mesin yang kita miliki sekarang adalah mesin yang jelek; kita tak bisa menciptakan apa-apa yang benar-benar baik.

Tapi, kita telah mulai melakukannya lagi. Pada abad terakhir ini, kita telah membuat bom atom berdasarkan ingatan kehidupan lampau kita. Bukannya merasa menyesal, kita kembali membuat masalah. Karena itu, para malaikat memantau kita terus-menerus, dan mereka terus memperingatkan kita dengan serangkaian bencana.

Selain itu, perlawanan kita juga menghasilkan kekuatan destruktif yang akan  menghancurkan diri kita. Saat kita marah, bukankah kita merasa pilu, terganggu secara fisik? Saat kita dalam masalah dan menangis, bukankah kita merasa sangat lelah seperti halnya saat kita lelah bekerja? (Hadirin: Ya.) Beginilah cara kita menyakiti diri kita sendiri.

Pada waktu itu, para malaikat bersiap untuk membinasakan kita. Serangan mereka sangat dahsyat sehingga Bumi dihantam sedikit ke luar orbitnya, yang menyebabkan iklim dingin dan panas yang ekstrem sekarang ini. Setelah itu, para malaikat mengurung kita di sini.

Selain itu, kita sendiri menciptakan suasana ini sehingga kita hidup dan mati oleh diri kita sendiri. Meski Tuhan telah mengurung kita di sini dengan mantra gaib-Nya, Dia tetap mengawasi kita, takut bahwa kita mungkin menyelinap masuk ke Surga. Ada orang yang berusaha membebaskan diri mereka melalui meditasi, tapi mereka akhirnya kerasukan.

SETAN

Siapakah setan itu? Mereka adalah para malaikat pelindung. Mengamati kita berusaha untuk meloloskan diri, mereka mengira kita berusaha untuk memberontak dan berperang lagi, jadi mereka mendorong kita ke bawah. Saat kita kembali, kita bagaikan seorang idiot, terpisah dari jiwa kita, sangat linglung, dan tak bisa mengenali siapa pun. Orang menyebutnya “kerasukan”.

Mereka melarang kita untuk naik ke atas. Jadi, jika kita meloloskan diri kita, mereka menganggap kita sebagai pemberontak, dan segera bertindak agar kita tidak menghancurkan alam semesta. Kita terus-menerus diawasi, dan kita tak dapat naik ke atas sendirian tanpa panduan dari seorang guru tercerahkan.

Namun, ada beberapa orang yang sangat tulus, maka para Buddha sering datang untuk mengajari dan mendorong kita: “Kami tahu di mana kalian sembunyi. Cepatlah keluar dan menyerah; kalian tak punya banyak waktu. Kalian akan diampuni. Ini adalah peringatan terakhir!”

Beberapa makhluk tercerahkan pergi ke luar dan memasang poster-poster, membagi-bagikan selebaran dan buku contoh hanya untuk memperbaiki diri kita. Ada orang yang benar-benar bertobat dan ingin dibebaskan dari kehidupan dan kematian. Mereka sungguh ingin keluar dari penghalang ini.

Jika kita sungguh-sungguh tulus, kita dapat mendaftarkan diri, bervegetarian selama tiga bulan, lalu seorang guru akan datang dan menerima kita. Inilah inisiasi. Orang lain tetap tak dapat pergi ke luar! Di sini kita bagaikan tahanan. Ada tahanan yang berperilaku lebih baik, dan sifat mereka tidak begitu jahat. bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_810" align="alignleft" width="300"] Effendi Gazali[/caption] POSKOTA.CO - Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali melayangkan protes ke Mahkamah Konstitusi meminta penjelasan atas ketidakkonsistenan dan memiliki sikap berbeda dalam mengadili suatu perkara. Dalam surat itu, Effendi meminta penjelasan tentang permohonannya terhadap pelaksanaan Pemilu Serentak yang membutuhkan waktu satu tahun lebih. Dia mengungkapkan bahwa pengujian Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden itu didaftarkan Effendi pada 10 Januari 2013 dan baru diputus 23 Januari 2014. Sementara, saat menguji Undang-Undang nomor 4 tahun 2014 tentang Penetapan Perppu nomor 1 tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas UU Mahkamah Konstitusi, MK hanya membutuhkan waktu 37 hari. "Putusan Mahkamah Konstitusi No 1PUU-XII/2014 dan 2/PUU-XII/2014 dibacakan setelah 37 dan 50 hari sejak pendaftaran perkara, sedangkan Putusan PUU kami nomor 14/PUU-XI/2013 dibacakan setelah 1 tahun 13 hari (378 hari) sejak pendaftaran perkara," ungkap Effendi, dalam suratnya. Effendi juga memprotes dasar pertimbangan yang digunakan, yakni saat mengadili UU MK, mahkamah mempertimbangkan perlu segera memutus perkara karena terkait dengan agenda ketatanegaraan Tahun 2014, yaitu pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD provinsi/kabupaten/kota, serta pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden. Namun, lanjutnya, dalam mengadili UU Pilpres yang diajukan Effendi, MK tak menggunakan pertimbangan serupa. Oleh karena itu, Effendi dalam suratnya mempertanyakan, apakah konstitusionalitas dalam penyelenggaraan Pemilu 2014 kalah penting dibandingkan dengan potensi sengketa hasil pemilu yang akan ditangani oleh MK. Effendi mengharapkan respon secepatnya dari MK, jka sampai 14 hari tidak mendapatkan respon, maka dia mengancam akan melaporkan masalah ini ke Dewan Etik MK. djoko-antara