Djoko Waluyo 29/08/2015
Maha Guru Mr. Ching Hai
Maha Guru Mr. Ching Hai

POSKOTA.CO – Bila seseorang membuat kalian marah atau kalian marah kepada seseorang, jangan melemparkan semua kemarahan ini kepada orang itu. Ingatlah Nama-Nama Suci dan berusahalah fokus pada diri kalian sebisanya. Jika kalian lupa, oke, saat kalian ingat, berusahalah untuk fokus kembali dan lupakan orang itu.

Segera setelah kalian fokus ke dalam diri kalian, kasih akan mengalir. Maka, kalian akan lupa. Kalian akan berpikir bahwa itu adalah masalah kecil dan mudah untuk mengasihi sesama atau musuh kalian. Jika tidak, jika kita terus menyerang orang itu dengan semua kemarahan kita, maka
kita melupakan Diri sejati kita.

Kita memproyeksikan semua energi kita kepada orang itu dan kemudian kita, praktisi rohani, yang memiliki energi yang sangat baik, memberikan begitu saja semuanya kepada mereka meski dengan kebencian. Kalian kehilangan segalanya. Kalian mengosongkan saku kalian. Kalian melemparkannya kepada dia seperti halnya saya melemparkan permen kepada kalian. Apakah saya masih punya permen di saku saya? Tidak.

Kalian telah melihat mobil mini saya dengan keranjang besar dan kalian telah melihat saya dengan banyak kotak besar terkadang, tapi yang saya lakukan adalah melemparkannya kepada semua yang datang mendekat sehingga pada akhirnya tak ada yang tersisa pada saya. Apakah saya melemparkannya dengan marah atau dengan kasih, saya tetap melemparkannya kepada mereka.

Tentu saja saat saya melempar, saya melempar dengan kasih. Tapi sama halnya, jika kita melempar kemarahan kepada seseorang, itu tetap modal kita juga. Semua perhatian kita, semua energi kita dilemparkan kepada orang itu dan meditasi sehari penuh atau mungkin sebulan penuh dihabiskan; saku kosong. Maka, kalian harus mulai dari A, B, C lagi. “Oh Guru, tolong, saya tak bisa melihat apa pun, semua gelap.” Atau kalian mungkin tak bisa mendengar apa pun, kalian menjadi buta dan tuli secara spiritual.

Jadi, sesungguhnya kita tidak dapat bersikap marah. Setiap saat, berusahalah mengendalikan, setiap saat, berusahalah untuk mendapatkan kembali fokus kita. Lalu gunakan sesuka kalian. Jangan dipaksa untuk menggunakannya oleh kekuatan amarah, kekuatan nestapa atau yang seperti itu.

Kita dapat selalu menyelamatkan diri kita jika kita senantiasa fokus – fokus pada diri kita, bukan fokus untuk mementingkan diri sendiri, tetapi selalu stabil dalam menghadapi topan, badai, dll.

Terkadang sangat sulit untuk akur dengan anggota keluarga kita, tetangga dan teman kita; tapi itu bahkan lebih sulit jika kita tidak berusaha untuk akur. Kita akan kehilangan sebagian kekuatan kita, cinta kasih kita, dan pencerahan kita setiap kali kita membenci sesama kita.

Setiap kali kita berpikir negatif tentang seseorang, kita kehilangan sebagian Diri kita, kita kehilangan sebagian cahaya, kita kehilangan sebagian kebahagiaan surgawi yang biasanya kita miliki. Jadi, jika kita bisa melihat dengan jelas semua ini, kita sesungguhnya tidak dapat
membenci siapa pun.
Sumber:
http://www.godsdirectcontact.org.tw/eng/news/55/0a.html

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*