taher 24/02/2016

02 nurPOSKOTA.CO – “Aku bekerja di bumi, makan di bumi, dan dikuburkan di bumi. Buat apa memikirkan langit?” kata seorang pengusaha sukses.

Rupanya pengusaha itu lupa bahwa hujan turun dari langit, cahaya matahari juga dari langit, sinar rembulan juga begitu. Perlu kita sadari langit dan bumi adalah sahabat akrab saling setia.

Memang, kita tak akan pernah melihat indahnya pelangi, jika hanya melihat tanah yang kau injak tanpa pernah melihat ke arah langit, kata orang bijak.

Ini maknanya kita tak akan pernah merasakan indahnya hidup kalau hanya selalu sibuk dengan urusan dunia dengan cara melupakan urusan langit.

Urusan hidup kini di dunia tak dipungkiri memanglah penting, namun urusan hidup di akhirat kelak bersifat abadi, jauh lebih penting.

“Andaikan semua hari adalah siang dan tak ada malam yang bisa digunakan munajat kepada Allah dengan rasa hati yang syahdu, sungguh aku lebih baik mati saja.

” Kata-kata ini sesungguhnya ungkapan betapa “naik ke atas langit” menjumpai Allah adalah suatu kenikmatan, keindahan dan kebahagiaan yang tidak banyak diketahui oleh mereka yang kerjanya mendekap bumi seperti sang pengusaha tadi.

Sahabat dan saudaraku, jangan lupakan langit. Jangan hanya sibuk mempernyaman langit-langit mulut tanpa sama sekali bekerja untuk langit-langit kehidupan.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :