harmono 28/12/2018


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

PEMOLISIAN di daerah atau lokasi bencana. Pada saat terjadi bencana biasanya terjadi kebingungan dan banyak korban berjatuhan. Model pemolisian di daerah bencana bisa mengadopsi langkah-langkah asta siap sebagai berikut:

  1. Siap pilun aman nusa 3: masalah bencana.
  2. Siap posko: posko pusat, posko wilayah dan posko lapangan.
  3. Siap lat pra ops.
  4. Siap kondisi kamtibmas. Pada saat bencana sering terjadi banyak isu yang meresahkan masyarakat sehingga perlu suasana rukun, soliditas terjaga, dan meminimalisasi terjadinya konflik-konflik sosial.
  5. Siap mitra. Seluruh pemangku kepentingan siap melakukan tugas yang tergabung dalam satgas lintas stakeholder: 1. Satgas penyelamatan korban, 2. Satgas pengungsian, 3. Satgas bantuan, 4. Satgas pencarian dan pendataan, 5. Satgas kesehatan, 6. Satgas bantuan atau cadangan yang selalu siaga.
  6. Siap SDM. Sumber daya manusia (SDM) disiapkan dari kalangan internal jajaran polda maupun bantuan dari berbagai wilayah. Yang akan dikoordinasi dan dibagi dalam satgas-satgas di atas.
  7. Siap sarpras/logistik.
  8. Siap anggaran.

Dari delapan (asta) langkah di atas diimplementasikan dengan menyiapkan jalur-jalur evakuasi yang searah dari bawah ke atas, jangan sampai buntu akibat ada head to head akibat dua arah atau lebih.

Pasukan-pasukan back up dari wilayah yang aman atau tidak terkena bencana sebagai standby force yang siap digunakan setiap saat diminta bantuan.

Tatkala terjadi bencana, keputusan politik cepat sebagai bagian tanggap darurat dari kepala daerah yang menyatakan dan memimpin serta disiapkan anggaran kontijensi.

Para petugas satgas bergerak cepat dalam tanggap darurat dan reksi cepat di lokasi kejadian maupun di pengungsian yang siap untuk melayani. Dari masing-masing satgas dapat dibentuk rim-rim kecil yang berada di suatu tempat stasioner maupun mobile terdiri dari: 1. Tim kesehatan, 2. Tim pangan dan air bersih, 3. Tim mandi, cuci, dan kakus (MCK), 4. Tim kebersihan, 5. Tim perlengkapan tenda dan sebagainya, 6. Tim relawan, 7. Tim resque untuk pencarian dan pendataan, 8. Tim pengamanan dan sebagainya.

Tim kecil bergerak secara fleksibel yang bergerak cepat pada semua lini.

Posko diawaki petugas posko yang siaga dan siap melayani untuk: komunikasi informasi, koordinasi dan untuk komando serta pengendalian.

Yang siap untuk monitoring mengevaluasi dan reaksi cepat serta siap mengoperasionalkan manajemen media.

Banyak langkah-langkah lain yang bisa dikembangkan namun secara sistematis agar efektif operasionalnya dan efisien dalam penggunaan maupun pemberdayaan sumber-sumber daya yang ada. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*