DIMANA KITA BERADA CIPTAKAN KAMPUNG SPIRITUAL – bag.tigabelas – Poskota.co
Wednesday, September 20

DIMANA KITA BERADA CIPTAKAN KAMPUNG SPIRITUAL – bag.tigabelas

ch4POSKOTA.CO – Begitu banyak hal, begitu banyak penemuan, begitu banyak penelitian telah berhasil sehingga kita dapat memiliki surga kapan saja kita
inginkan, seandainya kita menginginkannya.

Tapi, kadang kita memilih untuk hidup dalam penderitaan. Itu oke saja bagi Tuhan, tapi jangan menyalahkan Orang Tua yang malang itu. Itu saja. Karena itu tidak adil.

Dia selalu mengirimkan para jenius, selalu mengirimkan para guru, selalu
mengirimkan teman-teman baik untuk mengingatkan kita akan kemuliaan
surga dan untuk membantu kita memulihkan diri kita, menjadi kaya, menjadi terkenal, menjadi indah, menjadi berkelimpahan dalam segala sesuatu, menjadi apa pun yang kita inginkan.

TERKENAL

Bukannya kita ingin menjadi terkenal, menjadi kaya, tapi begitulah
seharusnya diri kita, begitulah kita dapat menjadikan diri kita. Hanya
saja masyarakat secara keseluruhan, misalnya suatu struktur besar,
memiliki peraturannya sendiri, kesepakatan tak tertulis.

Mereka membuat setiap rintangan yang mungkin bagi setiap jiwa lainnya. Bahkan jiwa-jiwa yang telah berkembang harus berjuang melewati institusi ini. Jadi, itu sulit bagi kita. Tak apa, kalian ada dalam perjalanan kalian, saya pikir, kalian bahagia dan kalian tahu.

Itu adalah rahasia di antara kita, jangan beritahu orang lain. Yah, kalian bisa beritahukan, jika kalian inginkan, tapi kemudian kalian membuat saya menjadi lebih terkenal dan kemudian saya mendapatkan lebih banyak masalah.
Sesungguhnya, sejujurnya, menjadi seorang guru adalah pekerjaan terburuk
yang bisa kalian dapatkan.

MELAMAR

Jangan pernah melamar pekerjaan ini, saya beritahu kalian. (Gelak tawa) Kalian bisa jika kalian inginkan; tapi saya peringatkan kalian bahwa itu tidak mudah. Ya ampun, saya tak bisa percaya ada pekerjaan seperti itu! Saya tidak tahu seperti apa rasanya menjadi presiden, tapi menjadi seorang guru adalah mengerikan.

Guru spiritual, mengerikan, sangat, sangat buruk. Tak dibayar (Guru dan
hadirin tertawa), hanya dipersalahkan. Kadang dipersalahkan tanpa alasan
apa pun.

O ya, jika orang mengatakan bahwa mereka iri terhadap saya, mengatakan bahwa saya adalah seorang guru atau semacam itu, maka kalian bilang, “Tidak, tidak.

Dia tidak terlihat seperti seorang guru, Dia terlihat seperti gadis tomboi (Guru dan hadirin tertawa), sangat aneh.” Katakan kepada mereka, sehingga mereka tidak menjadi sangat iri kepada saya dan membuat masalah bagi saya.

Sumber:
http://www.godsdirectcontact.org.tw/eng/news/77/e-1.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)