DIMANA KITA BERADA CIPTAKAN KAMPUNG SPIRITUAL – bag- ketiga – Poskota.co

DIMANA KITA BERADA CIPTAKAN KAMPUNG SPIRITUAL – bag- ketiga

20CINGHAIPOSKOTA.CO – Setiap orang harusnya menjadi guru agung (supreme master), setiap orang harus kembali ke kedudukan kalian sebagai guru agung, sebagai Buddha, sebagai anak-anak Tuhan. Tak perlu berlindung di tempat manapun, tapi di dalam diri kalian sendiri karena kalian adalah Tuhan, bukankah Alkitab mengatakan hal itu kepada kalian? Ya.

Tuhan menciptakan manusia sesuai dengan citra-Nya. Ingat? Setidaknya kalian adalah anak-anak Tuhan, kita harus bertingkah laku seperti Tuhan, kita harus bertindak seperti itu,seperti pangeran alam semesta.

Tak perlu berlindung di tempat manapun, tidak perlu pergi ke mana-mana ke kampung spiritual manapun atau melakukan apa pun yang spesial, pergi ke Himalaya, tidak apa pun! Karena kalian adalah Tuhan di manapun kalian berada, ingat? Jangan menjadi lemah. (Tepuk tangan)

Oke saja memiliki seorang guru, oke saja memuja seorang guru karena dia cantik, seperti saya (tepuk tangan) … Ya ampun! (Tepuk tangan) Saya hanya bergurau! Jangan lihat! Oke saja memiliki seseorang supaya kalian dapat memiliki teladan atau memiliki semacam cantelan untuk menggantungkan luapan emosional kalian di sana untuk beberapa waktu, atau untuk suatu tujuan, tapi kalian harus menyebar.

Seperti akar di sini, akar itu harus menyebar ke mana-mana supaya dapat menopang seluruh pohon besar ini, dan pohon tersebut harus bercabang-cabang, sangat rindang, sehingga dapat melindungi banyak makhluk.

Dalam kitab suci Buddhis, ada cerita tentang pohon Banyan, pohon Bodhi, sangat besar. Lima ratus biarawan dapat berlindung di bawah kerindangannya untuk berlatih meditasi.

Di masa lampau, mereka tidak punya tenda seperti kita dan mereka tidak membangun rumah atau gedung besar seperti ini, tak ada AC, hanya berlindung di bawah pohon; dan begitulah cara mereka berlatih.

Ada seorang guru yang sangat terkenal bernama Bodhisattva Long Shu, Guru Long Shu. Long Shu artinya Guru Pohon Banyan, karena dia selalu tinggal di bawah pohon itu dan lima ratus muridnya tinggal bersama di sana.

Apakah kalian suka tinggal di bawah pohon seperti itu, di Virginia Barat, saat Natal? (Guru tertawa) Brrr! Ketika salju lebih tinggi daripada kepala kalian? (Guru tertawa) Bersikap praktis saja. – bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)