harmono 01/02/2017

POSKOTA.CO– Presiden Joko Widodo, sangat gencar terhadap ‘penyakit pungli’ yang sudah sejak lama tumbuh subur di Indonesia. Oleh karena itu sebagaimana Perpres N0 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), pemerintah telah memberikan legalitas kepada Satgas Saber Pungli guna memberantas praktek pungli di Indonesia.

Namun ditengah gencarnya pemberantasan pungli, ternyata masih banyak oknum-oknum yang ‘nekat’ melakukan hal itu (pungli-red). Salah satunya di bidang pendidikan atau sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai sekolah menengah lanjutan tingkat atas. Berdasarkan catatan yang diperoleh dari Saber Pungli, disebutkan 58 jenis pungli di sekolah.

Sebagaiman informasi yang diperoleh Poskota.co, belum lama ini telah terjadi pungli di SMPN 37 Kota Bandung. Dalam prakteknya salah seorang oknum wakil kepala sekolah (Wakasek) bidang Sarpras SMPN 37, yang diketahui bernama Hidayat, telah menerima uang jutaan rupiah dari salah seorang orang tua siswa.

Uang tersebut diketahui sebagai uang hasil pungli, agar siswa dapat diterima di SMPN 37 Kota Bandung. Konon uang tersebut dari Wakasek (Hidayar-red) diserahkan lagi ke Bambang, selaku Kepala SMPN 37 Kota Bandung.

Namun anehnya ditemui diruang kerjanya Hidayat justru mengalihkan pembicaraan menyangkut nomor ponselnya yang sempat diketahui Poskota.co. Dia tidak berkenan bila nomor ponselnya diketahui orang lain, sehingga ‘stagnan’ pembicaraanpun saat itu sempat terjadi.

Sementara itu Elih, selaku Kepala Dinas (Kadisdik) Kota Bandung, juga belum ada tanggapan. Melalui telepon selulernya Kadisdik, menyarankan untuk menyampaikan atau konfirmasi kepada Kepala Bidang Pembinaan SMP (Kabid PSMP) Disdik Kota Bandung.

Kabid PSMP Disdik Kota Bandung Cep Dayat, saat dihubungi melalui ponselnya, juga belum dapat memberikan tanggapan. Dengan alasan dia belum mengetahui informasi tersebut. Kepada Poskota.co Cep Dayat meminta agar segera menemui pihak sekolah, ucapnya. (ronny)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :