Djoko Waluyo 04/07/2015

air-mata-ayahPOSKOTA.CO – Sebuah pesta perpisahan seorang direktur yang akan memasuki masa pensiun, ada sesi kesan dan pesan dari para anak buah. Karena keterbatasan waktu maka pesan dan kesan tersebut dibuat dalam bentuk tertulis.

Di antara kesan dan pesan tersebut kemudian dipilih satu yang akan dibingkai dan dibacakan di acara tersebut yaitu tulisan seorang office boy yang sudah bekerja sangat lama di perusahaan tersebut.

Office boy tersebut menulis kata-kata kuncinya dalam huruf kapital yang isinya sebagai berikut: “Yang Terhormat Pak Direktur, Terima kasih Bapak selama ini selalu mengucapkan kata TOLONG, untuk setiap tugas yang sebenarnya adalah memang tugas saya.

Terima kasih karena selama ini Bapak selalu mengucapkan kata MAAF, saat Bapak menegur, mengingatkan, atau memberitahu tentang kesalahan yang saya perbuat, karena Bapak ingin saya berubah.

Terima kasih karena Bapak selalu mengucapkan TERIMA KASIH kepada saya atas hal-hal kecil yang saya kerjakan untuk Bapak. Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya, sehingga selama ini saya bisa bekerja sebaik baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa dikecilkan dan direndahkan.
Sampai kapanpun Bapak adalah Pak Direktur bagi saya. Sekali lagi TERIMA KASIH, saya berdoa agar semua kebaikan beserta Bapak di manapun berada!”

Sejenak keheningan memenuhi ruangan itu, lalu serentak suara tepuk tangan bergemuruh. Diam diam sang Direktur mengusap genangan air mata di sudut matanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani keperluan seisi kantor.

Kata TOLONG, MAAF, dan TERIMA KASIH adalah 3 kata ajaib. Tiga kata sederhana yang memberi dampak positip bagi sebuah hubungan yang sehat. Tetapi mengapa pula kita sering enggan atau bahkan gengsi untuk mengucapkannya ?”

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*