taher 02/02/2016

ch4POSKOTA.CO – Rada yang sangat berbakti dan tanpa pamrih kepada gurunya tentu saja mendapatkan banyak cinta dan perhatian khusus dari sang guru juga. Karena itu, dia, untuk beberapa lama, menjadi congkak dan arogan; dia merasa dirinya oke, tinggi, dan lebih baik daripada yang lain. Dan juga, sang guru sangat mencintainya, jadi dia menikmati cinta sang guru; dia menjadi seperti posesif.

Dia berpikir bahwa sang guru adalah miliknya seorang. Yah, saya juga mendapatkan pengalaman semacam ini dengan
beberapa asisten saya. Karena itu, saya belajar lebih baik daripada Krishna, saya tidak selalu menggunakan asisten yang sama. Saya ganti. Maka, dalam hal Rada, sang guru mungkin suatu hari merasa sudah cukup.

Dia memutuskan untuk mengajari Rada suatu pelajaran. Suatu hari, dia memberitahu Rada dengan diam-diam, penuh kasih, romantis, “Aku sudah jemu dengan orang-orang ini. Bagaimana jika kita berdua pergi bersama ke suatu tempat? Aku hanya mempercayai dirimu.”

Maka, wah! Rada merasa: “Ini dia! Inilah yang aku ingin dengar. Engkau milikku seorang, maka kita akan bersenang-senang bersama. Itulah yang terbaik.” Maka, dia segera mengikuti Krishna. Krishna terus berjalan dan berjalan, di gunung yang tinggi dan dalam dan sungai dan sangat sulit untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Rada menjadi lelah dan berkata, “Aku tak bisa berjalan lagi, bagaimana jika kita berhenti?”

Krishna berkata, “Tidak, tidak, tidak, tidak! Kita hampir sampai. Teruslah berjalan.” Rada akhirnya tak dapat berjalan lagi. Maka, Krishna berkata, “Oh, jadi apa yang engkau ingin aku lakukan? Menggendongmu?” Rada berkata, “Ya, tentu saja! Engkau menggendongku.” Rada terbiasa dimanja. Dia berpikir gurunya adalah miliknya, seperti suami biasa. Jadi, dia dapat melakukan apa pun yang dia ingin bersama gurunya; atau menggunakan gurunya seperti manusia biasa. Krishna berpura-pura setuju dan berkata, “Oke, kemarilah.” Dan bermaksud menggendong Rada di punggungnya.

HIDUNG BERDARAH

Namun, begitu Rada melompat naik kepadanya, dia menghilang. Rada jatuh ke tanah, hidungnya berdarah; Hidungnya yang pesek menjadi makin pesek. (Gelak tawa) Dia duduk di sana dan menangis. Lalu dia menyadari bahwa dia telah berbuat salah. Dia tahu bahwa Krishna bukanlah tubuh fisik, dia seharusnya tidak bersikap posesif dan mendapati tubuh Krishna sebagai miliknya, seperti sesuatu yang dapat dia miliki.

Karena itu, dia meminta maaf kepada sang guru dan berkata, “Aku sangat salah. Aku salah. Aku telah berbuat salah. Maafkan aku. Aku mengerti sekarang. Aku tidak seharusnya memilikimu. Aku seharusnya menghormatimu dan hanya membantumu tanpa syarat, tanpa permintaan untuk hadiah apa pun bagi diriku.” Jika dia tidak melakukan itu, dia akan merugikan sang
guru. Dia akan mengikat erat sang guru, dan juga mempengaruhi banyak makhluk yang mengikuti sang guru. Sang Guru akan selalu menghabiskan waktu bersama dia saja, dan melakukan semua keinginannya untuk menyenangkan dia, seperti halnya seorang suami biasa.

Maka, bagaimana sang guru punya waktu bagi orang lain. Jadi, sang guru harus memegang kendali; jika tidak; perempuan itu akan mengendalikan dia. Begitulah kebanyakan orang terikat erat di dunia ini dan melupakan keagungan mereka. Kadang para politisi besar, karena mereka terikat erat dengan perasaan dan ikatan keluarga, mereka menjadi terbiasa dengan itu
dan melupakan tugas mereka. Karena itu, banyak hal terjadi pada negara dan pengaruh sangat buruk menimpa rakyat negara itu.

RAJA GAGAL

Banyak raja gagal karena perempuan cantik. Banyak pejabat tinggi atau pahlawan menjual kedudukan dan negara mereka hanya karena perasaan, apa yang disebut cinta berahi. Karena itu, jika seorang guru tidak memegang kendali terhadap hal ini, maka sang guru juga kaput, tamat. “Kaput” adalah bahasa Jerman untuk tamat, tidak baik, berbuat hal buruk. Namun, jika
kalian telah mencapai itu, kalian harus mengasahnya. Karena itu, kita harus bermeditasi setiap hari karena kebiasaan kita, kebiasaan buruk kita telah terkumpul kehidupan demi kehidupan, ribuan tahun, waktu yang sangat lama.

Sekarang, jika kita hanya punya satu masa kehidupan untuk mengaturnya kembali, untuk menghentikannya, maka sang guru harus menggunakan kekuatan tertinggi di dalam untuk menyesuaikan diri kalian lagi – bukan cara-cara biasa. Karena itu, tanpa inisiasi, tanpa benar-benar menggunakan keagungan kalian sendiri, kalian takkan pernah dapat keluar dari kekacauan ini.

Tidak peduli seberapa banyak kalian gunakan, karena apa pun yang kalian gunakan hanyalah otak semata. Kalian menggunakan otak yang telah merekam banyak kebiasaan buruk. Sekarang kalian tak dapat mengejarnya dengan hanya jangka waktu satu masa kehidupan yang singkat. Jadi, kalian memerlukan Kekuatan Maha Guru di dalam yang kalian miliki. Kalian hanya memerlukan guru untuk menyentuhnya bagi kalian, untuk membuatnya terbuka bagi kalian. Dengan ketulusan kalian sendiri, kalian memperolehnya lagi dan mendapatkan kembali segala sesuatu yang telah hilang dari kalian.

Sumber:
http://www.godsdirectcontact.org.tw/eng/news/72/j-1.htm

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*