CERITA MENINGGALNYA PANDAWA – Poskota.co

CERITA MENINGGALNYA PANDAWA

POSKOTA.CO – Pada ceritera pandawa sedo (meninggalnya pandawa) ditunjukan refleksi keutamaan Yudistira sebagai anak tertua, pemimpin + sebagai raja hastina pura yg bijaksana mendaptkan kemulyaanya, jiwa raganya boleh masuk kesurga.

Walaupun mengalami banyak kesulitan + cobaan fisik maupun psikis. Pada pendakian gunung jamur dipa satu persatu keluarga pandawa jatuh ke dalam jurang karena karmanya.

ilustrasi
ilustrasi

Dalam cerita ini ditunjukan bahwa Yudistira manusia yg utama, ia tahu memposisikan dirinya sebagai apa saja dan ia tahu + mampu menjalankan kebijaksanaan-2 dalam kebijakan-2nya.

Pemimpin dipercaya memiliki keutamaan tatkala apa yg menjadi kebijakanya membawa dampak bagi meningkatnya kualitas hidup, tingkat kesdaran, kecerdasan + moralitasnya.

Tatkala sebagai pemimpin tidak memiliki / tidak tahu keutamaanya maka sebenarnya ia kehilangan makna dan kepercayaanya bahkan bisa saja ia hanyalah simbol / boneka / pesuruh saja. Keutamaan bg pemimpin sangatlah penting dan sangat mendasar bagaimana ia menjadi role model.

Menjadi suatu ikon/ role model memang tidak mudah bahkan memerlukan suatu perjuangan + upaya 2 dalam pencapainya. Pemimpin yg berkeutamaan setidaknya pemimpin yang :

1. Memiliki kesadaran memperbaiki, siap dimasa kini, + menyiapkan masa depan yg lebih baik,
2. Visioner,
3. Mampu membawa dampak positif dan meningkatkan kualitas hidup,
4.Memahami hal-2 yg utama dalam bidangnya,
5. Memiliki kemampuan membangun sehingga orang mudah melakukan hal-2 yg utama. Yudistira menjadi ikon refleksi, keutaman, dharma, cipta, karsa + karya dlm kehidupan manusia.(CDL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)