taher 13/10/2016

POSKOTA.CO – Pada ceritera pandawa sedo (meninggalnya pandawa) ditunjukan refleksi keutamaan Yudistira sebagai anak tertua, pemimpin + sebagai raja hastina pura yg bijaksana mendaptkan kemulyaanya, jiwa raganya boleh masuk kesurga.

Walaupun mengalami banyak kesulitan + cobaan fisik maupun psikis. Pada pendakian gunung jamur dipa satu persatu keluarga pandawa jatuh ke dalam jurang karena karmanya.

ilustrasi
ilustrasi

Dalam cerita ini ditunjukan bahwa Yudistira manusia yg utama, ia tahu memposisikan dirinya sebagai apa saja dan ia tahu + mampu menjalankan kebijaksanaan-2 dalam kebijakan-2nya.

Pemimpin dipercaya memiliki keutamaan tatkala apa yg menjadi kebijakanya membawa dampak bagi meningkatnya kualitas hidup, tingkat kesdaran, kecerdasan + moralitasnya.

Tatkala sebagai pemimpin tidak memiliki / tidak tahu keutamaanya maka sebenarnya ia kehilangan makna dan kepercayaanya bahkan bisa saja ia hanyalah simbol / boneka / pesuruh saja. Keutamaan bg pemimpin sangatlah penting dan sangat mendasar bagaimana ia menjadi role model.

Menjadi suatu ikon/ role model memang tidak mudah bahkan memerlukan suatu perjuangan + upaya 2 dalam pencapainya. Pemimpin yg berkeutamaan setidaknya pemimpin yang :

1. Memiliki kesadaran memperbaiki, siap dimasa kini, + menyiapkan masa depan yg lebih baik,
2. Visioner,
3. Mampu membawa dampak positif dan meningkatkan kualitas hidup,
4.Memahami hal-2 yg utama dalam bidangnya,
5. Memiliki kemampuan membangun sehingga orang mudah melakukan hal-2 yg utama. Yudistira menjadi ikon refleksi, keutaman, dharma, cipta, karsa + karya dlm kehidupan manusia.(CDL)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :