Djoko Waluyo 31/07/2015

POSKOTA.CO – Setelah pernikahan, sedikit orang masih berusaha untuk melestarikan pernikahan itu – saling menghormati seperti tamu, atau memperhatikan sikap dan perilakunya, serta daya tarik dan kebaikan internal. Kebanyakan orang yang saling membuat jengkel, mandek di sana dan menjadi semakin buruk.

Hidup tidak bisa jadi indah seperti ini. Jika kalian ingin menjadi biarawan, kalian bisa datang ke sini dan membusuk bersama, tak masalah. Tapi, jika kalian ingin hidup dalam masyarakat, kalian harus berusaha melindungi keluarga kalian – saling memberikan atmosfer gembira dan menjadikan hidup bahagia. Saat kalian berada di rumah, kalian mestinya merawat diri kalian dan merawat suami atau istri kalian.ch2

Terkadang suami harus mengingatkan istrinya, tanyakan kepadanya: “Mengapa kamu tidak menyisir rambutmu belakangan ini?” Tanyakan kepadanya: “Sudah berapa lama kamu tidak mandi?” Katakan hal itu dengan bergurau. Saling mengingatkan dan saling menghormati.

Jika kita kehilangan semangat kita, pernikahan pasti takkan berhasil. Kedua pihak tak bisa saling menarik perhatian. Jika kita sendiri tidak ingin hidup, bagaimana pihak lain mencintai kita? Kita tidak memiliki semangat dalam diri kita; kita tidak ingin berjuang; kita tidak bahagia dalam batin kita dan tidak mempedulikan apa pun. Jika kalian tidak peduli terhadap diri kalian, siapa yang akan peduli terhadap kalian?

Suami kalian juga manusia, bukan sepotong kayu. Semua manusia menyukai kebenaran, kebajikan, dan keindahan. Jika sesuatu itu indah, pasti dia akan suka melihatnya. Tapi, jika yang di rumah sangat jelek, tentu saja dia akan mencari di tempat lain. Saya juga akan melakukan demikian. (Hadirin tertawa.) Lalu kalian saling menyalahkan. Itu tidak baik!

Kita harus memeriksa diri kita terlebih dulu. Jika kalian tidak tahu cara memasak, masaklah sesuai resep! Hidup ini sibuk bagi sebagian orang, itu benar. Tapi, sebagian orang tidak begitu sibuk. Suami pergi mencari nafkah, dan kalian tinggal di rumah. Kalian bisa menggunakan sebagian waktu setiap tahun untuk belajar sesuatu. Kalian bisa bilang kepada diri sendiri bahwa dalam tiga bulan ini saya harus belajar memasak. Meski kalian tak tahu apa-apa tentang itu, kalian akan tahu setelah kalian mempelajarinya! Saya yakin itu akan berhasil. Saya jamin!

Ada banyak tempat yang mengajarkan cara memasak hidangan vegetarian. Meski kalian masak hidangan berdaging, kalian tetap harus belajar. Mereka yang tidak ingin mengikuti ajaran Guru dan yang bukan rekan-rekan sepelatihan tetap harus belajar jika mereka ingin memasak hidangan berdaging untuk suami mereka. Karena kalian tak pernah diajarkan cara memasak ketika masih muda, bagaimana kalian bisa tahu secara otomatis?

Setelah belajar memasak, kalian bisa lanjutkan dengan belajar cara membuat baju, cara menari, dsb. Tidaklah cukup hanya bersila dalam latihan setiap hari, kalian juga harus mendampingi suami kalian selama waktu luang. Apa yang terjadi setelah kalian menjadi Buddha? – Bukankah masih ada hal-hal yang perlu dikerjakan? Hidup terus berjalan. Bukankah demikian?

Karena itu, hidup harus memiliki variasi dan vitalitas. Jika tidak, kalian bisa juga membangun sebuah gua, mengunci diri kalian di dalam, dan mati! (Guru tertawa.) Jika kalian ingin mati, mati dengan pasti. Jika kalian ingin hidup, hidup dengan semangat, dengan menarik dan penuh arti; karena kita juga harus menjadi contoh bagi orang lain. Jika tidak, semua orang akan berpikir bahwa setelah belajar dengan Maha Guru Ching Hai, orang menjadi tidak berguna dan bahkan terlihat lebih buruk daripada sebelumnya – berpakaian seperti kepala gerombolan pengemis.

ch3Setelah makan masakan kalian, dia bahkan berpikir untuk lari ke luar negeri untuk belajar (hadirin tertawa). Atau kalian bahkan tak bisa mengucapkan satu kalimat dengan benar. “Aku-tidak-ingin-bicara.” Tapi, kalian tetap harus bicara! Apa kalian pikir saya suka datang untuk bicara setiap hari Minggu? Tapi, jika ada pekerjaan yang harus saya lakukan, saya lakukan dengan baik. Saya harus membaca dan melakukan riset.

Terkadang apa yang saya baca tidak digunakan. Itu tidak masalah. Terkadang saya memanfaatkan sebuah buku atau sebuah cerita, dan itu memberikan arah atau makna luas untuk cerita-cerita lain. Dengan mengacu ke sejarah dan contoh-contoh, kalian bisa segera memahami apa yang saya bicarakan.

Meski dunia ini tidak kekal, Tuhan telah memberi kita kehidupan ini dan tubuh ini. Itu artinya Dia ingin kita melakukan sesuatu dengannya. Dia memberi kita seorang suami atau istri, jadi Dia ingin kita mengurusnya, saling bekerja sama, hidup dan belajar bersama, saling menghormati, belajar sopan santun dalam hidup.

Jadi, kita harus mengerjakannya dengan baik. Jika kalian tak bisa menangani seorang suami atau istri, apa lagi yang bisa kalian kerjakan – mencalonkan diri untuk jabatan presiden? (Hadirin tertawa.) Terlalu banyak orang yang mencalonkan diri. Kalian tak perlu mencobanya. Kalian takkan bisa mendesak masuk. Kalian tak punya banyak peluang. Praktisi seperti kalian hanya tahu cara bersila.

Terlihat mengerikan duduk di kantor presiden dengan menyilangkan kaki. Ketika urusan negara menunggu untuk ditangani kalian, kalian berkata: “Saya belum selesai meditasi dua jam setengah.” (Guru dan hadirin tertawa.) Saya sudah katakan kepada kalian bahwa oke saja mencalonkan diri untuk presiden atau jabatan di pemerintahan, tapi kalian harus melakukannya dengan baik. Jika kalian tak bisa menangani hal-hal sepele, kalian takkan bisa menangani hal-hal besar.
Sumber:http://www.godsdirectcontact.org.tw/eng/news/52/c-2.htm

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*