Djoko Waluyo 20/07/2015

POSKOTA.CO – Kita mencintai seseorang bukan dengan berkata-kata. Kebanyakan orang menggembar-
gemborkan cinta mereka – “cinta, cinta, cinta!” Kedengarannya memuakkan. Jika kalian sungguh
mencintai seseorang, orang akan merasakannya tanpa melihat kalian, tanpa mendengar dari kalian.
Jika kalian tidak memiliki tugas sebagai seorang Guru atau memiliki misi besar yang mengharuskan
kalian untuk meninggalkan rumah, kalian seharusnya memperlakukan keluarga kalian dengan baik,
mengurus kerabat dan teman-teman kalian, dan mempengaruhi mereka dengan cinta kasih.

Cinta sejati tidak dipertunjukkan melalui kata-kata – bukan dengan berkata-kata. Jika kalian
sungguh mencintai suami kalian, kalian seharusnya belajar memasak yang baik untuk dia dan merias
diri untuk menunjukkan kecantikan kalian kepada dia.

CHBerdandan Hanya Untuk Suami

Sebagai seorang istri sebelumnya, saya tidak berdandan saat saya pergi bekerja di siang hari.
Sungguh seperti itu. Untuk siapa kalian berdandan di siang hari? Meski seluruh dunia menatap
kalian dengan sikap memuja, apa manfaatnya bagi kalian? Jika suami kalian bahkan tidak ingin
memandang kalian, apakah kalian bisa tahan? Di siang hari perlu melindungi dan memberi nutrisi
kulit kalian dengan memakai krim kulit, dll.

Di malam hari saat suami kalian pulang, maka kalian bisa menyalakan lilin, mengenakan baju
indah, dan memakai rias wajah untuk dia. Seharusnya seperti ini jika kalian mencintai suami
kalian; bukan dengan berkata-kata.

Kalian tidak tahu cara memasak, tubuh kalian berbau mengerikan, tapi kalian tidak peduli, dan
kalian berpakaian seperti kepala gerombolan pengemis setiap hari; tapi kalian tetap berharap
suami kalian mencintai kalian. Bagaimana mungkin? Dia juga hanya seorang manusia. Dia sendiri
memiliki kekurangan.

Dia memiliki kesukaan sendiri, tapi tak ada apa pun pada diri kalian yang bisa menyenangkan dia.
Tapi, kalian memaksa dia untuk mencintai kalian, padahal Tuhan saja tak bisa memaksa dia! Saya
tahu situasi semacam ini takkan nyaman bagi sang suami. Dia ingin mencintai istrinya, tapi dia
tidak bisa. Tak ada apa pun yang bisa membuat dia mencintai istrinya.

Karena itu, jika kita mencintai seseorang, kita harus tahu apa yang paling dia sukai, dan
kemudian memberikan kepadanya apa yang dia sukai. Hanya dengan cara ini kalian bisa berkata
bahwa kalian mencintai dia. Bukan dengan berkata berulang kali siang dan malam, tanpa mengurus
diri kalian sendiri dan keluarga kalian.

Rumah tidak dibersihkan selama dua atau tiga bulan. Muka tidak dicuci selama dua bulan. Kalian
berpakaian berantakan. Meski kalian berdandan cantik saat kalian pergi dari rumah; tapi setelah
kalian pulang, kalian terlihat seperti pengemis bagi suami kalian. Ini karena kalian tidak
memahami hal-hal yang penting.ch3

Jika kalian menaruh banyak perhatian pada pernikahan kalian, itu pasti merupakan pernikahan yang
bahagia. Kalian tidak perlu secantik Hsishi (wanita cantik Viet zaman dulu). Setiap perempuan
cantik dalam beberapa aspek. Jika kalian merasa tidak cantik, kalian bisa belajar bagaimana
seorang bintang film berjalan, bagaimana seorang wanita cantik duduk, dan belajar bagaimana dia
mengurus dirinya sendiri. Sekarang ini, kalian bisa belajar hal-hal ini dengan membaca buku-buku
atau berkonsultasi melalui telepon dengan ahlinya. Kalian bisa belajar. Tak ada alasan mengapa
seorang istri atau suami tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Saya tahu ini bukan pertanyaan mengenai latihan, tapi kalian sering datang atau menulis surat
untuk bertanya tentang masalah keluarga yang paling menyusahkan kalian. Saya memahami bahwa jika
tidak ada kedamaian dalam keluarga kalian, pikiran kalian tak bisa tenang, kalian tak bisa
memasuki samadhi saat bermeditasi. Pernikahan juga berhubungan dengan latihan.

Itu sebabnya dikatakan, “Cara Buddha tak bisa dipisahkan dari cara duniawi.” Saya tak bisa cuma
berkata karena itu adalah hal-hal duniawi, maka saya takkan menjawab pertanyaan kalian. Namun
demikian, kalian tidak melakukan apa yang telah saya beritahukan kepada kalian.
Kalian semua berkata, “Saya paham! Saya paham! Saya telah mendengarkan banyak kaset video.”
(Hadirin tertawa.) Tapi, kalian selalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sama. (bersambung)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*