harmono 12/11/2016

POSKOTA.CO – Issue yang belum tentu benar namun bisa saja diyakini kebenaranya. Apa yang dihembuskan dapat menjadi label dan bergulir menggelinding kemana-2 menjadi kebencian.

Tatkala kebencian sudah melanda disemua lini tinggal menunggu ada triger dan akan menjadi pintu masuk yang dapat memicu konflik, untuk saling mengadu domba, merusak kewibawaan + kepercayaan publik.

Apa yg digulirkan dari issue akan menjadi Bola Panas yg menggelundung ke semua arah dan lini yg bila pecah tidak bisa terbendung dampaknya. Tatkala ditangkappun akan membakar dan menghanguskan yg Menangkap.

Bola Panas ini menjadi buah simalakama, maju kena mundur kena, diam salah bertindak jelas akan lebih salah. Bola Panas ini semakin banyak tatkala kepentingan2 kaum mapan+ nyaman terusik sumber2 dayanya. Perolehan sumber daya kaum mapan + nyaman ada kecenderungan sebagai hal yg ilegal, sarat dengan KKN, penyalahgunaan wewenang dsb.

Kaum mapan+ nyaman bagai sang naga, tatkala terancam sumber dayanya maka ia akan menggeliat mati2an mempertahankan status quonya. Ia akan melakukan apa saja bagi keberlangsungan apa yg selama ini sudah dinikmatinya.

Senjatanya untuk menghantam lawan2nya dari cara2 strategis politis hingga menciptakan chaos. Pada saat menjadi chaos keteraturan sosial akan terganggu, produktifitas terhambat.

ilustrasi
ilustrasi

Rusaknya keteraturan sosial akan menghentikan setidaknya melemahkan power untk membekukan sumber daya sang naga. Di sana sini sibuk memadamkan, atau mendinginkan bola-2 Panas Sang Naga. ‎Siapa saja yg ketimpa Bola Panas akan kelojotan, Bagai kebakaran jenggot. Energi yg dikeluarkan mengatasi sebagai kegiatan yg kontraproduktif dan in efisien.

Jejaring sang naga memang luar biasa ada di mana-2 dan semua bisa melempar Bola panas secara simultan dan bertubi tubi. Apa yg menjadi issue akan didukung legitimasi dan solidaritas nya dari primordial.

Hembusan issue yg mengarah kebencian yg dibungkus primordial akan menjadi Bola Panas penghilang akal + logika bahkan bisa mematikan hati nurani. Hembusan2 ini bisa dari atas secara top down, bisa juga digulirkan dari bawah ke atas (bottom up).

Tatkala Bola Panas ini pecah + meracuni kaum grass road menjadi floating mass maka akan mudah di kendalikan/ ditunggangi / dijadikan pijakan untuk merontokkan, melengserkan, mendominasi, bargaining kekuasaan, menekan, memaksa, mengancam hingga mematikan.

Mendinginkan Bola Panas memerlukan kecepatan, ketepatan, keberanian, keyakinan dan dukungan serta soft power yg akan membantu menyadarkan massa yg sudah kecanduan dan kehilangan akal /logika + hati nuraninya.

Siapa saja tatkala kerasukan/ kecanduaan kebencian maka apapun nasihatnya tidak akan mampu menghentikanya, kecuali sumber2 dayanya dimatikan atau setidaknya dibongkar dan dijadikan tontonan publik.

Penyadaran + pencerdasan publik akan mendinginkan, menghentikan bahkan mematikan Bola Panas. Kecerdasan publik dengan kesadaran yg mampu memanfaatkn logika akan mampu mendinginkan bahkan menghancurkan Bola 2 banas sang naga.

Hebatnya lagi menghentikan dan mencabut sumber-2 daya hingga sang naga menggelepar dan mati tanpa daya.Penulis Chryshnanda DL. Kabidbin Gakkum Korlantas Polri

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :