taher 15/10/2016

POSKOTA.CO – Copy paste cara menjiplak dan menunjukkan tiadanya kreasi dan inovasi. Jiplak-menjiplak ini menunjukkan ketidakmampuan dan ketidakpercayaan berpikir untk menemukan atau membuat yang baru. Di era digital sekarang ini cara-cara copy paste memang cara paling mudah tidak usah berpikir, mengubah nama, tanggal, tempat dan sebagai pembenar kalau sudah bekerja dan sudah dapat dipertanggungjawabkan.

Kebiasaan copy paste membuat malas dan enggan berpikir, ketakutan, tidak percaya diri melumpuhkan nalar dan akal sehat birokrasi. Atau saking takutnya selalu mencari yang sudah ada untuk menjadi tameng dan pembenar.

Birokrasi yang copy paste ciri-cirinya antara lain :

  1. Selalu mengandalkan apa yang sudah dikerjakan orang asing yang dikemas sebagai referensi dan bench marking,
  2. Tidak memahami filosofisnya sehingga membuat asal buat, tidak dilandasi rasionalisasi dan akal sehat, sehingga apa yang dibuat adalah sesuai pesanan dan sekadar mengabiskan anggaran,
  3. Tidak ada hal baru, pengulangan-pengulangan dan bahkan kontra produktif dng tujuan besar birokrasi.
  4. Mengerjakan asal mengerjakan tidak lagi profesional sekadar menghabiskan anggaran. Masih banyak hal lain yang menjadi ciri khasnya.
  5. Birokrasi yang copy paste adalah birokrasi yang apatis, tidak profesional dan ada kecenderungan tidak rasional. Apa yang dilakukan tanpa visi yang jelas pendekatan-pendekatannya adalah secara personal yang membuat birokrasi semakin jauh dari marwahnya.

Apa yang semestinya menjadi kewajiban birokrasi melayani publik dengan prima, malah menjungkirbalikanya pelayanan publik menajdi alat kepentingan pribadi atau kelompok. (cdl)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :