taher 05/08/2015

ch5POSKOTA.CO – Keelokan kita berasal dari dalam. Tentu saja bagian luar juga harus apik, tapi terlihat cukup sedap dipandang sudah cukup dalam aspek ini! Saya telah berjanji untuk mengajari kalian cara menjadi istri yang baik, cara merias diri dan berdandan cantik dalam waktu lima menit sehingga kalian bisa pergi ke luar dengan segera, bahkan ke pesta makan malam.

Tapi, kemudian saya berpikir lagi, dari mana kita harus mulai memperelok diri kita? Keelokan bukan hanya wajah kalian. Yang terpenting adalah perasaan yang hangat antara suami dan istri, atmosfer saling memahami, saling menolong, dan saling melindungi.

Penampilan luar yang indah terlihat elok saat pandangan pertama, tapi itu takkan terlihat elok setelah kalian melihatnya untuk waktu yang lama. Dalam hal penyakit atau kecelakaan, penampilan luar yang indah lenyap dalam waktu singkat.

Bila hanya memiliki penampilan yang indah, tapi tak ada sukacita dan kehangatan di dalam batin, suami dan istri tak bisa tahan setelah saling memandang untuk waktu yang lama. Misalnya, beberapa orang memiliki penampilan separuh-mati atau wajah yang terlihat seperti reinkarnasi Buddha – Bodhisattva Quan Yin berwajah pare, dll… (Hadirin tertawa.) Orang-orang ini harus melakukan refleksi terhadap diri mereka.

Berpakaian indah bukan berarti memakai baju mahal, tapi memasang wajah yang tersenyum dan memiliki atmosfer yang ramah. Ini adalah ‘pakaian’ yang paling indah. Cobalah memakainya! (Hadirin bertepuk tangan.)

Penampilan luar tidak begitu penting. Terkadang kita pikir diri kita tidak cantik, tapi bersikaplah lembut dan ramah – selalu tersenyum saat melihat suami kalian. Saat suami marah, kalian tersenyum saja dan berkata, “Apa yang membuatmu tidak senang? Katakanlah!” dan hiburlah dia, peluk dia. Maka, dia akan menjadi tenang. Namun, jika kalian berdua menjadi marah, bahkan Tuhan tak bisa melakukan apa-apa yang baik!

Sama halnya, saat istri marah, suaminya harus menghibur dia dengan senyuman, peluk dia, dan menanyakan masalahnya. Berbicaralah dengan sejuk, maka dia akan menjadi tenang. Menjadi istri yang baik tak hanya tergantung pada wajah kalian. Mulanya, saya ingin mengajari kalian cara berpakaian yang apik dan cara menyenangkan suami kalian. Sekarang saya akan lupakan tentang itu. Tidak tahu harus mulai dari mana, terkadang sulit untuk mengajar.

Penampilan indah akan datang secara alami. Bermeditasilah lebih banyak dan bereaksi sesuai dengan situasi keluarga kalian; jangan hanya bergantung pada wajah kalian. Namun, wajah juga penting, itu adalah bagian dari kriteria menjadi istri yang baik. Setiap pagi, wajah kalian adalah yang pertama dilihat suami ketika dia bangun.

Jika wajah kalian mengerikan, dia akan mengalami angan-angan buruk sepanjang hari di kantornya (Hadirin tertawa.) Pulang ke rumah di malam hari, wajah terakhir yang dia lihat adalah wajah kalian. Jika kalian sekali lagi menampilkan wajah cemberut, dia bahkan akan mengalami mimpi buruk sepanjang malam. Kita, praktisi rohani, seharusnya memiliki kemurahan hati (Hadirin tertawa dan bertepuk tangan.)

Sumber:
http://www.godsdirectcontact.org.tw/eng/news/53/a-1.htm

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*