harmono 22/10/2017
Brigjen Pol Crisnanda Dwi Laksana

POSKOTA.CO – Lagu ‘Ayo Ngguyu’ ini mengingatkan bahwa tertawa itu membuat bahagia dan merupakan penggeli hati. Tertawa bukan karena sebab. Tertawa tanpa sebab dapat dikategorikan kurang sesendok kewarasannya alias gila. Tertawa disebabkan ada sesuatu yang lucu. Kelucuan dari perilaku sikap tutur kata bahkan langkah-langkah yang diambil atau dilakukan sedikit atau banyak memamerkan ketololannya.

Tertawa bisa saja karena ada yang dijadikan korban untuk bulan-bulanan dalam suatu dialog. Tertawa juga karena adanya plesetan atau parodi atau sindiran atau dari kata-kata, gambar atau suara yang menjungkirbalikkan logika. Kejujuran keluguan pun dapat menjadi stimuli orang untuk tertawa.

Tertawa bisa saja melihat, mendengar atau merasakan sesuatu yang aneh dan tidak lazim. Dari politik, ekonomi, sosial, budaya, ideologi bahkan hal-hal yang akademik pun bisa menjadi penggeli hati.

Tertawa bisa saja hanya ikut-ikutan tanpa tahu sebabnya apa. Atau tertawa yang dipaksa atau diancam untuk tertawa. Sehingga yang didapatinya tertawa dalam tangisan. Tertawa menjadi petaka tatkala ada yang tersinggung hingga tersungging. Tertawa bisa salah sasaran dianggap mengghina atau merendahkan.

Biasanya kaum-kaum feodal yang ajaib cara berpikirnya menerapkan tertawa secara terbatas bahkan patah-patah seperti gerakan-gerakan robot. Ada juga yang merasa dekat dengan hal-hal gaib dengan ajian yang anti tertawa penuh ketegangan dengan aura mistis seolah dunia sudah menjadi alam gaib. Ada juga pemimpin yang otaknya entah ke mana, senyum saja tidak mampu, apalagi tertawa.

Lagu ‘Ayo Ngguyu’ mengingatkan kita kalau tertawa ojo seru-seru. Karena kalau seru (keras) maka akan saru (tidak pantas), apalagi tertawa yang berkaitan dengan ketololan ndoronya. Bisa menjadi petaka bahkan bisa juga dimatikan. (*)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :