harmono 27/12/2018


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

LALU LINTAS sebagai urat nadi kehidupan belum menjadi perhatian utama dan pertama. Jalan dibuat belum semuanya terhubung satu sama lainya. Penangan dalam cara-cara yang manual parsial, konvensional dan manual masih menjadi kebanggaan. Pembangunan yang cepat memperkeruh masalah lalu lintas. Perindustrian dan perdagangan memiliki pendekatan untung-rugi tenaga kerja yang seringkali berseberangan dengan road safety. Perilaku pengguna jalan dalam berlalu lintas taat bila ada polisi sebatas takut ditilang. Tingkat kesadarannya juga belum dapat dikatakan baik. Permasalahan lalu lintas dianggap masalah biasa, penanganannya pun tidak tuntas.

Berbicara lalu lintas ini menunjukkan pergerakan atau gerak pindah. Perilaku pergerakan ini dampak dari berbagai faktor sehingga mempengaruhi waktu tempuh yang tidak lagi rasional dengan jarak tempuh. Ketidakrasionalan ini social cost-nya sangat mahal. Teriakan kritik bahkan tindakan tegas pun sudah dilakukan, namun sistem tindak lanjut secara berkesinambungan yang perlu dilakukan.

Analisis dampak lalu lintas semestinya merupakan model bagi terwujud dan terpeliharanya keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas. Analisis dampa lalu lintas dapat dibuat dari model smart city. Poin-poin penting untuk melihat analisis dampak lalu lintas sebagai berikut:

  1. Model kota, dengan pemetaan kota secara manual maupun digital yang menunjukkan jalannya, yang dijabarkan dalam sistem jaringan jalan yang saling terhubung. Tingkat kepadatan penduduk dan tren berbagai perkembangannya termasuk jumlah kendaraan bermotornya.
  2. Pemetaan berbagai faktor jalan lingkungan perilaku pengguna jalan hingga kendaraan bermotor yang kemungkinannya menjadi penyebab terjadi perlambatan, dan dibuat model rekayasa lalu lintas sebagai solusinya.
  3. Pemetaan lokasi-lokasi yang digunakan banyak orang yang berdampak pada terjadinya perlambatan.
  4. Pola pergerakan pengguna jalan dengan rentang waktunya dan kapasitasnya.
  5. Kondisi alam secara rutin dan musim-musim tertentu seperti penghujan, kemarau, bahkan saat ada hal-hal kontijensi dari faktor alam.
  6. Potensi-potensi kontijensi yang dari faktor kerusakan infrastruktur.
  7. Sistem transportasi angkutan umum dengan antarmodanya serta pola pengoperasionalannya.
  8. Pemetaan lokasi-lokasi aktivitas warga untuk bekerja secara rutin maupun berkumpul saat-saat tertentu.
  9. Kualitas dan kondisi gedung bangunan atau berbagai area dengan sistem-sistem pendukungnya yang dijadikan tempat berkumpulnya banyak orang.
  10. Model simulasi yang dibuat sebagai skenario pola penanganan apabila terjadi hal-hal yang bersifat emergensi.

Banyak lagi faktor yang bisa menjadi dasar data sensus pendukung analisis dampak lalu lintas. Melakukan analisis ini merupakan model berpikir dengan menghubung-hubungkan antarpoin-poin di atas, sehingga dapat ditemukan model skenarionya, dan solusi-solusi cepatnya. Model analisis ini sebenarnya merupakan sistem penjagaan, pengaturan, pengawalan, dan patroli, serta untuk tindakan pertama di tempat kejadian yang ontime dan realtime dengan di-back up dengan sistem-sistem virtual yang online satu sama lainya.

Sistem ini memerlukan peta digital dengan sistem-sistem inputing data dengan kemampuan analitik mengategori data yang masuk menganalisis dengan berbagai konstruksi model prediksi, antisipasi, dan solusinya. Model analisis dampak lantas ini bisa digunakan secara rutin maupun saat tertentu, atau hal khusus serta saat kontijensi. Model-model skenario penanganan ini secara elektronik bisa dibuat sebagai data dukung dan model dasar implementasinya. Konsep-konsep ini bisa dikembangkan dalam program scenario road safety model solution. Sehingga penanganan yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif, dan mudah diakses dapat terwujud. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*