oleh

Dovizioso Ogah Jumawa Jadi Penantang Utama Gelar MotoGP Musim Ini

-Olahraga-45 views

POSKOTA.CO – Andrea Dovizioso (Ducati/Italia) ogah jumawa  dengan menyebut  tak merasa Ducati memiliki “situasi yang terkendali” untuk menjadi penantang gelar MotoGP 2020, meski dirinya berhasil menempel ketat pemuncak klasemen Fabio Quartararo (Yamaha SRT Petronas/Perancis) dengan hanya tertinggal tiga poin, usai  MotoGP seri GP Styrian akhir pekan lalu.

“Bagi saya, situasi di kejuaraan bagus, tapi maksud saya ketika Anda memiliki perasaan itu dan Anda mengalami banyak pasang surut, Anda tidak memiliki kendali atas situasi,” kata Dovizioso dilansir Motorsport.com. “Jadi, saya tidak memiliki perasaan yang baik saat ini karena saya merasa kami tidak memiliki situasi yang terkendali untuk mendorong di beberapa trek. Sebab setiap balapan Anda bisa mengalami banyak pasang surut. Ini tidak pernah terjadi pada saya dan kami dalam empat, lima tahun terakhir, dan saya berjuang dengan itu dan saya sangat kecewa tentang itu karena tidak ada sampai sekarang dari babak pertama konsisten dan saya pikir itu sesuatu yang tidak biasa,” imbuhnya.

Dovizioso mengaku dirinya masih terbilang belum konsisten. Ia berjuang di kualifikasi dengan perasaan “aneh” dari ban, dan mengacak-acak kecepatan pada ban belakang sedang di urutan keenam sebelum balapan itu dihentikan karena dikibarkannya bendera merah akibat Maverick Vinalez (Yamaha Mosnster Energy/Spanyol) mengalami crash. Namun dia jauh lebih kuat dalam restart 12-lap dengan ban belakang lunak, tetapi tidak dapat menggunakan kekuatannya dalam pengereman.

“Nah, pada bagian pertama balapan itu benar-benar buruk, situasi yang sangat aneh karena kami banyak bekerja dan kami melakukan lari sangat lama dalam latihan dan semuanya bekerja dengan sangat baik, dan saya merasa sangat baik untuk balapan, ” aku Dovizioso. “Jadi, saya cukup yakin ada sesuatu [salah], tapi kami sudah berbicara dengan Michelin, mereka harus belajar. Saya beruntung karena bendera merah, saya bisa mengganti ban soft dan mampu bekerja dengan cara normal. Sayangnya saya tidak bisa menyalip pembalap karena saya start di baris ketiga dan semua orang melaju sangat cepat, dan saat Anda di belakang Anda tidak bisa mengerem dengan cara normal,” sambungnya.

Namun ia mengaku senang dengan hasil yang diraihnya di GP Austria dan GP Styrian. “Di Austria, bahkan lebih besar karena saat Anda mengerem hanya ada satu baris dan dengan slipstream dan suhu ban tidak mungkin untuk mengerem. Poin bagus saya adalah pengereman, tapi saat Anda mengikuti pembalap, Anda tidak bisa mengerem di tempat yang Anda inginkan. Saya masih berjuang saat keluar, saat keluar saya masih buruk dan itu alasan saya tidak bisa mempersiapkan menyalip karena saya tidak bisa keluar dengan kecepatan yang sama dengan pembalap di depan saya,” tambahnya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *