oleh

Christopher Rungkat dan Aditya Sasongko Petik Kemenangan Mudah di Invitasi ‘Langit Masih Biru’

-Olahraga-69 views

POSKOTA.CO – Dua petenis senior, Christopher Rungkat (Jawa Timur) dan Aditya Sasongko (Bengkulu), belum menemui kesulitan memetik kemenangan mudah atas lawan masing-masing pada partai pembuka Invitasi Petenis Putra Peringkat Nasional “Langit Masih Biru”, Sabtu (29/8/2020), di Lapangan Tenis Elite Club Epicentrum Kuningan, Jakarta.

Christo, panggilan akrab Christoper Rungkat, tampil mengesankan menyudahi perlawanan peserta wildcard (fasilitas khusus-red) Panji Setiawan (PNP 34/ Nusa Tenggara Barat) dengan skor telak 4-0, 4-0. Peraih medali emas ganda campuran bersama Aldila Sutjiadi di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang ini mampu mengontrol pertandingan sejak awal dengan pukulan-pukulan tajamnya untuk tak membuat kesempatan Panji mengembangkan ritme permainan.

“Ini pertandingan pembuka dan kebetulan saya belum ketemu lawan berimbang. Tapi bukan berarti jalan selanjutnya akan juga mudah karena pemain lainnya pun pastinya ingin menang di invitasi ini,” kata Christo usai laga.

Christo berada di Pool A bersama Panji, Jeremy Nahor (PNP 7/ Bengkulu), dan peserta wildcrad lainnya Ali Fahresi ( PNP 16/ Jawa Timur).

Sementara itu Aditya walau sedikit mendapatkan perlawanan, namun mampu meredam perlawanan anggota Tim Davis Indonesia, M. Gunawan Trismunantara (PNP 9/ Jawa Timur, juga dengan dua set langsung 4-2, 4-1. ” Ini pertandingan perdana di masa pandemi Covid-19. Itu menjadikan semangat berapi-api setelah selama ini hanya berlatih dan tanpa pertandingan,” kata Aditya usai laga. “Invitasi ini menumbahkan motivasi baru sesudah hampir tiga bulan hanya berkutit dengan latihan-latihan saja, tanpa pertandingan,” lanjutnya.

Aditya berada di Pool B, bersama Gunawan dan Ega Eneputty (PNP 6/Bangka Belitung) serta Esmid (PNP 10/ Papua). Mantan anggota Tim Davis Indonesia ini mengaku termotivasi kembali dengan adanya invitasi. “Invitasi ini mengobarkan semangat baru setelah sempat surut akibat pandemi Covid-19. Sejak pendemi covid-a9 tak ada pertandingan dan bahkan sulit mencari lapangan untuk berlatih.,” pungkanya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *